Metro (Terdidik.id) — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-89, Paroki Hati Kudus Yesus Metro bertransformasi menjadi pusat kreativitas seniman Lampung. Dua agenda besar, yakni Lomba Mural 2026 dan Pameran Seni Rupa “BiophiliArt”, resmi dibuka pada Sabtu, 9 Mei 2026 sebagai ruang refleksi atas hubungan manusia dengan alam.
Kegiatan yang berpusat di kompleks Gereja Hati Kudus Yesus Metro, Jalan Jend. A.H. Nasution, Yosorejo ini, melibatkan puluhan seniman lintas generasi, mulai dari pelajar hingga profesional dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.
Lomba Mural: Estetika di Ruang Publik
Sebanyak 27 tim mural memadati area perlombaan sejak pukul 08.00 WIB. Mengusung tema “Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup”, para peserta mengekspresikan kritik dan harapan terhadap kelestarian ekologi di atas dinding publik.

Ketua Pelaksana, Seno, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta tahun ini sangat luar biasa. “Kami ingin menghadirkan ruang kreatif yang terbuka bagi komunitas untuk menyampaikan gagasan tentang lingkungan melalui karya visual,” ujarnya.
Setelah melalui proses penjurian ketat oleh Ikbal dan Evit, berikut adalah daftar pemenang Lomba Mural 2026:
Juara 1: Tim Ponokawan (Lampung Timur) – Nomor Dinding 20
Juara 2: Meteora Art (Bandar Lampung) – Nomor Dinding 18
Juara 3: Mural Lampung Tengah (Lampung Tengah) – Nomor Dinding 19
Apresiasi juga diberikan kepada kategori anak dan pelajar, di mana Enko Gallery (Bandar Lampung) berhasil meraih Harapan 1, disusul oleh Irianto Gallery (Metro) dan RDTM.Std (Lampung Tengah).
Eksplorasi “BiophiliArt” di Galeri Seni
Beriringan dengan lomba mural, di Lantai 2 Gedung Paroki, dibuka pameran seni rupa bertajuk “BiophiliArt”. Pameran ini dibuka langsung oleh Romo Paroki, RD. FX Cahyo Handoko, dan direncanakan berlangsung hingga 14 Juni 2026.

Pameran ini melibatkan deretan perupa ternama Lampung seperti Zulfikar Maradona, Rafael Seno, hingga seniman muda seperti Dewa Nizar dan Nadia Alfiyani. Melalui narasi kuratorial Ahmad Muzakki, “BiophiliArt” mengajak pengunjung membayangkan masa depan dari sudut pandang keberlanjutan hidup, bukan sekadar pertumbuhan ekonomi atau dominasi manusia.
M. Ikbal Saputra, Ketua Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Metro, menekankan pentingnya kolaborasi dalam acara ini.
“Pameran ini bukan hanya ruang memamerkan karya, tetapi ruang membaca kembali hubungan manusia dengan alam. Keterlibatan berbagai komunitas menunjukkan ekosistem seni rupa di Metro semakin kuat,” kata Ikbal.
Sinergi Komunitas dan Budaya
Kesuksesan acara ini merupakan buah kerja sama antara Paroki Hati Kudus Yesus Metro dengan berbagai lembaga, termasuk Sanggar Mitra Satata, Sanggar Siger Puruhita, Irianto Galeri, UKM Impas UIN Raden Intan Lampung, dan Dewan Kesenian Metro.
Melalui perpaduan lomba mural dan pameran seni rupa ini, peringatan HUT Paroki ke-89 tidak hanya menjadi seremoni keagamaan, tetapi juga menjadi momentum dialog budaya dan edukasi lingkungan bagi masyarakat Kota Metro. (Rls)





