Banjir Kepung Jati Agung, Warga Terjebak hingga Atap Rumah

Humaniora, Laporan5 Dilihat

Lampung Selatan (Terdidik.id) – Sejumlah warga di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, masih terjebak banjir di dalam rumah hingga Jumat malam, 6 Maret 2026. Tim gabungan yang terdiri dari pemadam kebakaran, Basarnas, kepolisian, TNI, dan relawan terus melakukan evakuasi terhadap warga terdampak.

Evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet untuk menjangkau rumah-rumah yang terendam. Dalam sejumlah rekaman video yang beredar, petugas terlihat mengevakuasi warga dari permukiman yang tergenang air. Bahkan, beberapa warga harus diselamatkan dari atap rumah karena ketinggian air yang terus meningkat.

Warga yang berhasil dievakuasi terlihat mengenakan rompi pelampung. Sebagian di antaranya tampak menggigil setelah berjam-jam terjebak banjir.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriansyah, mengatakan warga yang terjebak tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Jati Agung.

“Lokasinya antara lain di Gedung Harapan, Fajar Baru, Permata Asri, Karang Anyar, Jati Sari, Way Huwi, Margo Dadi, Marga Agung, dan Banjar Agung,” kata Rully.

Ia menjelaskan warga yang dievakuasi terdiri dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia. Petugas harus menembus genangan menggunakan perahu karet dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi pinggang hingga leher orang dewasa.

Menurut Rully, laporan banjir mulai diterima petugas sekitar pukul 17.30 WIB dari sejumlah wilayah di Kecamatan Jati Agung.

“Malam ini kami masih melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak di rumah maupun di dalam mobil karena sebagian jalan utama tergenang air,” ujarnya.

Saat ini, tim gabungan masih memprioritaskan evakuasi di beberapa lokasi, termasuk Perumahan Diamond di Desa Marga Agung serta wilayah Gedung Harapan. Sekitar 10 kepala keluarga (KK) dilaporkan masih terjebak dan sedang diupayakan untuk diselamatkan.

Banjir Meluas ke Sejumlah Perumahan

Salah satu warga Gedung Harapan, Yoga, mengatakan banjir awalnya merendam satu kawasan perumahan sebelum kemudian meluas ke wilayah lain di sekitarnya.

Menurut dia, banjir melanda sejumlah kompleks perumahan seperti Pane Residence 99, Gedung 99, Diamond, Deferoz, dan Citra Alam. Di beberapa titik, ketinggian air bahkan dilaporkan hampir mencapai atap rumah sehingga memaksa warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Sekitar 50 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke Masjid Al-Fatonah di Desa Gedung Harapan untuk menghindari genangan.

“Awalnya air di video itu sudah sampai setinggi atap rumah dan sampai sekarang belum surut. Warga masih mengungsi di masjid. Sekarang bertambah lagi di perumahan sebelahnya di pinggir jalan jalur dua menuju Kota Baru, airnya juga hampir setinggi atap,” kata Yoga.

Ia menduga banjir dipicu curah hujan tinggi yang disertai jebolnya tanggul saluran air di salah satu perumahan. Air kemudian meluap dan mengalir ke kawasan permukiman di sekitarnya.

“Di rumah saya air sampai keluar dari keramik. Ternyata tanggul saluran air di perumahan sebelah jebol, sehingga air masuk dan mengalir ke perumahan lain,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *