Bandar Lampung (Terdidik.id) — Pemerintah Kota Bandarlampung terus mengintensifkan langkah pencegahan banjir dengan melakukan normalisasi drainase di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Panjang Utara, Kecamatan Panjang, Senin pagi. Kegiatan ini menyasar saluran air yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
Normalisasi dilakukan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kota Bandarlampung dengan melibatkan puluhan personel gabungan dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta Dinas Lingkungan Hidup. Petugas fokus mengangkat material lumpur dan endapan yang berpotensi menghambat aliran air.
Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Kota Bandarlampung, Anthoni Irawan, menyebutkan hasil pemantauan lapangan menunjukkan tingkat sedimentasi di wilayah Panjang Utara tergolong tinggi sehingga perlu penanganan segera.
“Endapan di saluran drainase cukup tebal dan jika dibiarkan bisa memicu genangan. Karena itu, kami lakukan normalisasi agar fungsi drainase kembali optimal,” kata Anthoni.
Ia menambahkan, kegiatan serupa telah dilakukan di sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Sukarame. Ke depan, normalisasi drainase juga akan dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Senang sebagai bagian dari upaya pencegahan banjir secara menyeluruh.
“Normalisasi dilakukan secara bertahap dan bergilir di beberapa titik rawan genangan. Tujuannya untuk meminimalkan risiko banjir saat curah hujan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Panjang Hendri Satria Jaya menjelaskan, normalisasi di Panjang Utara difokuskan pada saluran drainase alternatif yang dibangun Pemerintah Kota Bandarlampung untuk mengurai debit air di Jalan Yos Sudarso.
“Saluran alternatif ini terbukti efektif. Sejak dibangun, kawasan tersebut tidak lagi mengalami genangan, namun sedimentasi yang menumpuk perlu dibersihkan agar aliran air tetap lancar,” jelas Hendri.
Selain upaya teknis, Pemerintah Kota Bandarlampung juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke saluran air, guna mencegah terjadinya genangan dan banjir.(**)






