IKA UT Lampung Dikukuhkan, Alumni Didorong Jadi Motor Atasi Disparitas Pendidikan

Humaniora4 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) — Pengurus Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Lampung resmi dilantik, Sabtu, 21 Februari 2026, dengan penegasan peran strategis alumni dalam mempersempit disparitas pendidikan tinggi di Provinsi Lampung. Momentum pelantikan yang berlangsung di bulan Ramadan itu menegaskan komitmen alumni untuk menjadi motor penggerak peningkatan akses pendidikan di daerah.

Sekretaris Jenderal IKA UT, Nyimas Dewi Ratih Kamil, menegaskan organisasi alumni tidak lagi sekadar formalitas administratif. IKA UT, kata dia, tengah bertransformasi menjadi organisasi modern berbasis digital.

“IKA UT bukan lagi organisasi kumpul-kumpul atau hanya pasang nama di SK. Kita sedang bergerak besar melalui transformasi digital, membangun integrasi database dan ekosistem digital agar seluruh alumni, dari Sabang sampai Merauke bahkan luar negeri, terkoneksi,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi digital menjadi keniscayaan karena karakter Universitas Terbuka sebagai pelopor pendidikan jarak jauh. Alumni, lanjutnya, harus menjadi organisasi yang smart, agile, dan solutif dalam menjawab tantangan zaman.

Ia juga mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar tidak berhenti pada struktur organisasi. Pengurus diminta hadir sebagai jembatan antara alumni dan almamater, sekaligus membuka peluang strategis di luar kampus. “Jangan hanya ada nama di SK, tapi tak ada jejak di lapangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua PW IKA UT Lampung, Andi Wijaya, menggarisbawahi tantangan serius pendidikan tinggi di Lampung. Berdasarkan data 2024, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Lampung baru mencapai 22 persen, masih di bawah target nasional 35 persen.

Ia juga menyoroti disparitas wilayah yang cukup lebar. APK di Kota Bandar Lampung tercatat sekitar 42 persen, sementara di sejumlah kabupaten/kota lain masih ada yang berada di angka 8,9 persen.

“Masih banyak anak muda yang belum mendapatkan akses pendidikan layak. Di sinilah peran alumni UT harus hadir sebagai duta pendidikan. Bukan sekadar menyampaikan kabar, tetapi membuka jalan,” ujarnya.

Andi menegaskan UT merupakan simbol akses dan kesempatan. Sebagai PTN-BH ke-45 di Indonesia dengan mahasiswa lebih dari 700 ribu orang pada Semester Genap 2024 dan kontribusi sekitar 7 persen terhadap APK nasional, UT disebutnya sebagai kampus dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia dan termasuk tiga besar dunia.

Dalam konteks Lampung, ia menilai model pendidikan jarak jauh yang diusung UT menjadi solusi konkret untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan hambatan ekonomi.

IKA UT Lampung juga menegaskan komitmen menjadi mitra strategis almamater, bukan sekadar mitra seremonial. Apresiasi disampaikan kepada Direktur UT Bandar Lampung, Sri Ismulyaty, beserta jajaran yang dinilai membuka ruang kolaborasi bagi alumni.

“Almamater dan alumni bukan dua entitas terpisah. Kita satu kesatuan yang saling menguatkan,” kata Andi.

Pelantikan yang berlangsung di bulan Ramadan turut diwarnai pesan moral tentang pentingnya kepekaan sosial. IKA UT diharapkan tidak hanya membangun struktur dan program kerja, tetapi juga menjadi lentera bagi alumni yang kesulitan dan masyarakat sekitar.

Dengan semangat transformasi digital dan kolaborasi, alumni UT Lampung diharapkan mampu berkontribusi nyata dalam mengejar ketertinggalan APK serta memperkecil kesenjangan akses pendidikan tinggi antarwilayah di Lampung.(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *