Bandar Lampung (terdidik.id) — Musim hujan di Provinsi Lampung kini telah berlangsung merata di seluruh wilayah. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan pada Desember menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto, menyampaikan bahwa hujan telah terobservasi merata di 15 kabupaten/kota. Memasuki Desember, akumulasi curah hujan diproyeksikan terus bertambah.
Meski demikian, Rudi menegaskan bahwa puncak musim hujan baru akan terjadi pada Januari hingga Februari 2026. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena intensitas hujan telah menunjukkan tren naik.
“Puncak musim hujan kami perkirakan terjadi pada Januari dan Februari 2026. Namun sejak awal Desember, curah hujan sudah meningkat di banyak wilayah,” ujarnya, Kamis, 4 Desember 2025.
Dalam tiga hari ke depan, BMKG memprediksi potensi hujan lebat disertai angin kencang, terutama pada waktu sore hingga malam hari. Sejumlah daerah disebut perlu meningkatkan kewaspadaan, yakni Way Kanan, Lampung Utara, Mesuji, Tulang Bawang, Pesisir Barat, Tanggamus, dan Tulang Bawang Barat.
Rudi menjelaskan, peningkatan intensitas hujan berkaitan erat dengan anomali suhu permukaan laut yang lebih hangat di perairan sekitar Lampung. Kondisi tersebut memperkuat proses penguapan dan pembentukan awan hujan.
“Kenaikan suhu permukaan laut menjadi salah satu faktor dominan yang memicu pertumbuhan awan hujan. Situasi ini dapat memicu cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan angin kencang,” jelasnya.
Dengan musim hujan yang sudah merata dan curah hujan yang terus meningkat, masyarakat diminta tetap berhati-hati terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Lampung. (**)






