127 Warga di 9 Kecamatan Terdampak Banjir Bandar Lampung

Humaniora22 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) – Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama lebih dari dua jam pada Kamis sore, 8 Januari 2026, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 127 warga dari 34 kepala keluarga (KK) terdampak banjir Bandar Lampung.

Curah hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIB. Akibatnya, banjir Bandar Lampung merendam permukiman warga, menggenangi ruas jalan, serta sejumlah fasilitas umum, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas.

Berdasarkan data BPBD, banjir melanda sembilan kecamatan di Bandar Lampung, yakni Kedaton, Way Halim, Labuhan Ratu, Tanjung Karang Barat, Tanjung Karang Timur, Sukarame, Sukabumi, Kedamaian, dan Bumi Waras. Wilayah Way Halim dan Sukabumi menjadi kecamatan dengan jumlah warga terdampak terbanyak.

Humas BPBD Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang menyebabkan debit air meningkat dan meluap ke permukiman serta badan jalan.

“Curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan air meluap ke jalan dan masuk ke rumah warga. Selain permukiman, genangan juga terjadi di beberapa tempat usaha dan cukup mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan,” ujar Wahyu, Jumat, 9 Januari 2026.

Menurutnya, dampak banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menyulitkan mobilitas, termasuk bagi warga yang sedang sakit dan terjebak genangan di dalam rumah.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kota Bandar Lampung langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) ke lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan, evakuasi warga, serta penanganan awal hingga kondisi berangsur surut.

“Saat ini evakuasi dan penanganan awal sudah dilakukan. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi warga tetap aman,” katanya.

BPBD mengimbau masyarakat Bandar Lampung untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melapor apabila terjadi banjir, genangan air, atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *