Bandar Lampung (Terdidik.id) — Badan Gizi Nasional kembali mempercepat langkah nyata demi menekan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia. Sebagai bentuk dukungan penuh dari pihak legislatif daerah, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, SE., MBA., menegaskan komitmen kuat lembaganya untuk mengawal kesuksesan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Giri Akbar menunjukkan keseriusan tersebut dengan menghadiri Rapat Konsolidasi (Rakor) penguatan program ini bersama Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel), para mitra strategis, dan perwakilan yayasan. Acara penting ini berlangsung di Hotel Novotel, Bandar Lampung, pada hari Sabtu, 14 Februari 2026.
Program strategis nasional ini menyasar tiga kelompok rentan utama, yaitu balita, ibu hamil, dan anak sekolah. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol. (Purn.) Sony Sonjaya, memaparkan secara rinci bahwa pemenuhan gizi masyarakat menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi emas yang produktif.
“Kita tidak hanya mengejar target penurunan stunting semata. Kita juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh melalui asupan nutrisi yang baik,” tutur Sony Sonjaya di hadapan para peserta rakor.
Dari kacamata ekonomi, program ini juga menawarkan angin segar bagi masyarakat daerah. Alih-alih mendatangkan pasokan dari perusahaan besar berskala nasional, pemerintah pusat memilih strategi pemberdayaan ekonomi akar rumput.
“Program MBG sengaja mengambil desain khusus untuk membangkitkan roda perekonomian daerah. Kita memberdayakan pelaku UMKM, para petani, dan peternak lokal sebagai pemasok utama kebutuhan pangan sehari-hari,” kata Sony Sonjaya.
Strategi ini secara otomatis menciptakan efek ganda (multiplier effect); anak-anak mendapatkan gizi seimbang, sementara kantong para petani dan peternak lokal ikut terisi karena perputaran uang tetap berada di daerah tersebut.
Untuk mengeksekusi rencana besar ini, pemerintah menerjunkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Lampung. Pasukan SPPG bertugas menjalin kerja sama erat dengan para mitra lokal guna menjamin suplai bahan makanan segar dan bergizi tinggi.
Namun, Sony Sonjaya juga memberi penekanan ekstra pada aspek keselamatan konsumsi. Ia mewajibkan seluruh anggota SPPG untuk menerapkan standar operasional prosedur (SOP) secara disiplin. Petugas lapangan harus memastikan proses pengolahan makanan memenuhi standar kebersihan tertinggi guna mencegah risiko keracunan yang bisa membahayakan anak-anak di kemudian hari.
Menyikapi implementasi program ini, Ketua DPRD Provinsi Lampung, A. Giri Akbar, memastikan fungsi check and balances dari parlemen tetap berjalan optimal. Ia menyatakan DPRD sangat mendukung langkah pemerintah pusat, namun pengawasan yang ketat tetap menjadi prioritas utama.
“DPRD siap mengawal dan menjalankan fungsi pengawasan agar Program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar tepat sasaran. Kami ingin program ini memberikan manfaat nyata dan langsung terasa oleh masyarakat, khususnya anak-anak kita yang kelak memegang kemudi masa depan bangsa,” ungkap Giri Akbar dengan tegas.
Pertemuan rakor ini menjadi tonggak penting dalam mempererat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, anggota dewan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Semua pihak menaruh asa yang sama, yakni berkolaborasi menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis agar merata hingga menyentuh seluruh pelosok desa di Provinsi Lampung. (Rls)






