Banjir Kembali Rendam Bandar Lampung, Warga Soroti Masalah yang Terus Berulang

Humaniora, Laporan11 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) — Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung sejak siang hingga sore hari, Jumat, 6 Maret 2026, kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Air menggenangi jalan raya hingga permukiman warga dengan ketinggian bervariasi.

Sejumlah kawasan yang dilaporkan terdampak banjir antara lain Kecamatan Rajabasa, Kedaton, dan Sukarame. Genangan juga muncul di beberapa titik lain di wilayah kota.

Berdasarkan sejumlah video yang beredar di media sosial, banjir tidak hanya menggenangi jalan dan rumah warga, tetapi juga menyebabkan tembok sebuah sekolah dilaporkan ambruk. Air bahkan terlihat menutup akses menuju pintu masuk Tol Kota Baru.

Di beberapa lokasi permukiman, ketinggian air dilaporkan berkisar dari puluhan sentimeter hingga mencapai sepinggang orang dewasa.

Andi (34), warga Kecamatan Rajabasa, mengatakan banjir hampir selalu terjadi setiap kali hujan deras mengguyur Kota Bandar Lampung.

“Kalau hujan deras seperti ini pasti banjir. Air cepat sekali naik sampai ke jalan dan masuk ke rumah warga,” kata Andi.

Ia menilai hingga kini belum terlihat adanya upaya yang benar-benar mampu mengatasi persoalan banjir yang berulang di wilayah tersebut.

“Sejauh ini belum ada solusi yang benar-benar terasa dari pemerintah. Setiap hujan deras pasti banjir. Selalu hanya wacana,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Rina, warga Kecamatan Sukarame. Ia mengaku sudah lelah berharap adanya solusi dari pemerintah kota.

“Tiap hujan deras ya begini. Paling kami bersihkan barang-barang yang masih bisa dipakai. Sudah lelah berharap kepada pemerintah. Masalah ini terjadi setiap hujan deras, masa tidak ada pembelajaran,” kata Rina.

Banjir Berulang Setiap Musim Hujan

Banjir di Kota Bandar Lampung bukan kali ini saja terjadi. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah kota kerap dilanda banjir setiap kali hujan dengan intensitas tinggi mengguyur.

Beberapa kawasan seperti Rajabasa, Sukarame, Kedaton, hingga Tanjung Senang tercatat sebagai wilayah yang sering mengalami genangan akibat buruknya sistem drainase serta tingginya laju pembangunan kawasan permukiman.

Pada musim hujan sebelumnya, banjir juga sempat merendam sejumlah ruas jalan utama dan permukiman warga di beberapa kecamatan di Bandar Lampung. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu serta menimbulkan kerugian bagi warga terdampak.

Meski banjir terus berulang hampir setiap musim hujan, hingga kini persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kota terkait penyebab banjir maupun langkah penanganan yang akan dilakukan di lokasi terdampak.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *