BMKG Sudah Peringati Potensi Hujan Ekstrem Berpotensi Banjir di Bandar Lampung

Humaniora, Laporan13 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan ekstrem yang memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung pada Jumat, 6 Maret 2026, sebenarnya telah terdeteksi sejak sehari sebelumnya melalui sistem peringatan dini cuaca.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung Selatan, Nanang Buchori, menjelaskan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Bandar Lampung sudah tercantum dalam produk Peringatan Dini Cuaca Tiga Harian yang diterbitkan pada 5 Maret 2026.

“Wilayah Kota Bandar Lampung sudah diidentifikasi berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada periode siang hingga sore hari,” ujarnya dalam laporan analisis cuaca, Jumat.

Peringatan tersebut kemudian diperkuat dalam prakiraan cuaca harian yang dirilis pada 6 Maret 2026, di mana Bandar Lampung termasuk wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat.

Peringatan Dini Dikeluarkan Sejak Siang

Seiring perkembangan kondisi atmosfer yang semakin signifikan pada siang hari, BMKG mulai memberlakukan peringatan dini cuaca ekstrem sejak pukul 13.30 WIB untuk wilayah Bandar Lampung.

Tak lama setelah itu, intensitas hujan meningkat dan mulai menimbulkan dampak banjir di sejumlah titik. Status peringatan banjir pun dinaikkan secara bertahap:

WASPADA pada pukul 14.20 WIB

SIAGA pada pukul 15.10 WIB

AWAS pada pukul 15.20 WIB

Peningkatan status tersebut mencerminkan cepatnya perkembangan kondisi hidrometeorologi serta meningkatnya potensi dampak banjir di wilayah kota.

curah hujan di sejumlah titik di Lampung tergolong tinggi. Salah satu pengamatan di AWS Kampus ITERA bahkan mencatat curah hujan mencapai 161,8 milimeter, sementara beberapa stasiun lain juga mencatat hujan dengan intensitas signifikan.

Akumulasi hujan yang tinggi dalam waktu relatif singkat membuat kapasitas drainase di sejumlah wilayah tidak mampu menampung aliran air sehingga terjadi limpasan yang memicu genangan hingga banjir.

Berdasarkan laporan sementara di lapangan, ketinggian air di beberapa lokasi mencapai selutut orang dewasa hingga setinggi knalpot sepeda motor. Di sejumlah kawasan permukiman, air juga dilaporkan masuk ke rumah warga.

Genangan tersebut turut mengganggu aktivitas transportasi karena beberapa ruas jalan utama di Bandar Lampung tidak dapat dilalui kendaraan sehingga arus lalu lintas harus dialihkan.

BMKG menjelaskan hujan lebat dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer, di antaranya aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang sedang aktif di wilayah Lampung, pola konvergensi angin, serta anomali suhu muka laut yang lebih hangat di perairan sekitar Lampung.

Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air di atmosfer dan memicu pertumbuhan awan konvektif secara intens.

Pengamatan radar cuaca bahkan menunjukkan reflektivitas awan mencapai 55 dBZ pada pukul 14.05 WIB, yang mengindikasikan adanya sel awan hujan dengan intensitas lebat. Aktivitas badai juga ditandai dengan deteksi sekitar 60 kejadian petir pada periode pukul 14.20 hingga 15.55 WIB.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu oleh cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, maupun angin kencang.

Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *