Lampung (terdidik.id) – Guyuran hujan deras yang berlangsung sejak Rabu sore, 3 Desember 2025 memicu rangkaian bencana di sejumlah wilayah Lampung. Empat kabupaten—Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Utara, dan Lampung Selatan—mengalami banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, membenarkan terjadinya bencana beruntun tersebut. “Empat kabupaten terdampak dan pendataan masih terus berlangsung di lapangan,” ungkap Wahyu.
Bencana pertama terjadi di Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, pada Selasa sore (2/12). Angin puting beliung menyapu tiga desa dan merusak sedikitnya 34 rumah. Dalam hitungan detik, atap-atap rumah beterbangan dan warga berhamburan menyelamatkan diri.
Keesokan harinya, Rabu (3/12), hujan lebat disertai angin kencang menimbulkan longsor dan banjir di dua kecamatan di Pesisir Barat. Ketinggian air mencapai satu meter, sementara material tanah dan bebatuan sempat menutup jalan lintas hingga akses mobilitas warga terputus beberapa jam.
Di Desa Bumi Agung, Kecamatan Abung Timur, Lampung Utara, hujan badai memicu kerusakan pada fasilitas umum dan rumah warga. Aliran listrik padam sejak pukul 17.00 WIB, membuat warga harus bertahan dalam kegelapan di tengah situasi darurat
350 Rumah Terendam Banjir di Tanggamus
Banjir juga melanda Kabupaten Tanggamus setelah Sungai Kali Bego meluap akibat tanggul jebol. Air masuk ke permukiman di Kelurahan Pasar Madang, Kecamatan Kota Agung, sekitar pukul 15.30 WIB.
Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Hidayat menjelaskan bahwa tiga RT—RT 10, RT 14, dan RT 16—terendam hingga setinggi lutut sampai pinggang orang dewasa. Sementara RT 8 dan RT 9 turut terdampak dengan ketinggian lebih rendah.
“Total sekitar 350 rumah tergenang banjir,” ujar Rahmad.
Aparat kepolisian, perangkat kelurahan, dan para ketua RT segera mengevakuasi anak-anak dan lansia. Tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan cukup besar karena banyak perabot rumah terendam air.
“Air perlahan surut sekitar pukul 17.30 WIB ketika hujan mulai reda,” katanya.
Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan0 kelurahan untuk memastikan perbaikan tanggul dilakukan secepat mungkin guna menghindari banjir susulan. Selain itu, tim kesehatan dari puskesmas dikerahkan untuk memantau kondisi warga yang terdampak bencana.(**)












