Atasi Pakan Mahal, FTI ITERA Inovasikan Pakan Puyuh dari Ikan Wader

Humaniora4 Dilihat

Tulang Bawang Barat (Terdidik.id) – Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melalui Fakultas Teknologi Industri (FTI) melakukan terobosan untuk menjawab keresahan peternak puyuh terkait tingginya harga pakan industri. Tim pengabdian masyarakat FTI ITERA memperkenalkan inovasi formulasi pakan berbasis ikan wader dan komoditas lokal kepada para peternak di Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Minggu, 26 April 2025.

Kegiatan yang mengusung misi pemberdayaan ini dipimpin oleh Dr. Dyah Ayu Larasati. Ia bersama tim ahli yang terdiri dari Deni Subara, Ph.D., Dr. Untung Trimo Laksono, dan Dr. Jatmiko Eko Witoyo, membekali masyarakat dengan keterampilan teknis mengolah sumber daya alam sekitar menjadi pakan berkualitas tinggi. Langkah ini menjadi krusial di tengah fluktuasi harga pakan pabrikan yang sering mencekik margin keuntungan peternak kecil.

Inovasi Pakan Berbasis Bahan Lokal

Dr. Dyah Ayu Larasati menjelaskan bahwa potensi lokal seperti jagung, kedelai, kelapa, dan ikan wader memiliki kandungan nutrisi yang sangat mencukupi untuk kebutuhan ternak puyuh. Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan ini bukan sekadar alternatif, melainkan upaya menciptakan efisiensi produksi yang mampu bersaing dengan standar pakan komersial.

dok. Tim pengabdian masyarakat Itera

“Kami memberikan pelatihan formulasi agar peternak bisa mandiri. Dengan memproduksi pakan sendiri, biaya operasional dapat ditekan secara signifikan sehingga kesejahteraan peternak meningkat secara langsung,” ungkap Dyah.

Dorong Digital Marketing untuk Ekspansi Pasar

Tak hanya fokus pada aspek produksi, FTI ITERA juga menghadirkan perspektif bisnis melalui sosialisasi digital marketing. Ulfah Izdihar dan Martasari Beti Pangestuti, memberikan wawasan strategis mengenai penggunaan teknologi untuk memperluas jangkauan pasar.

Tim dosen Itera memberikan sosialiasi pentingnya digital marketing untuk memperluas pasar bagi peternak puyuh di Tulang Bawang Barat. / Tim pengabdian masyarakat Itera

Masyarakat didorong untuk memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produk pakan maupun hasil ternak mereka agar bisa menembus pasar yang lebih luas.

“Pemahaman yang lebih baik mengenai pemasaran online diharapkan mampu membuat masyarakat menjangkau pasar yang lebih luas dan meraih peluang usaha yang lebih besar,” kata dia.

Sinergi Pendidikan dan Masyarakat

Kepala Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Laily, menyambut hangat inisiatif ini. Dalam sambutannya saat membuka acara, ia menekankan bahwa kolaborasi dengan lembaga pendidikan adalah kunci kemajuan desa.

“Pelatihan ini adalah langkah awal penting bagi kami untuk memanfaatkan potensi desa secara maksimal demi penguatan ekonomi rakyat,” tegas Laily.

Kegiatan ini mendapatkan antusiasme tinggi dari warga setempat. Masyarakat berharap ilmu yang diperoleh dapat segera diimplementasikan untuk membuka peluang usaha baru. FTI ITERA berkomitmen untuk terus mengawal hasil pengabdian ini agar menjadi solusi berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sumber daya alam lokal. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *