Jadi Guru Besar, Prof Said Hasibuan: AI Adalah Kunci Personalisasi Belajar di Era Digital

Humaniora9 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya resmi mengukuhkan Prof. Muhammad Said Hasibuan sebagai Guru Besar di bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi kampus berjuluk “Kampus Biru” tersebut dalam memperkuat riset teknologi pendidikan masa depan.

Dalam orasi ilmiahnya di Aula Rektorat Gedung Alfian Husin, Senin, 30 Maret 2026, Prof. Said memaparkan inovasi AI yang difokuskan pada optimalisasi mekanisme e-learning. Ia menilai, meski e-learning sudah lazim digunakan, metode ini seringkali hanya dipandang sebagai alat teknis yang masih terjebak dalam gaya konvensional.

Prof. Said menekankan bahwa kendala utama pembelajaran konvensional adalah penyamarataan gaya belajar siswa. Padahal, setiap individu memiliki tingkat intelektual dan preferensi belajar yang berbeda-beda.

“Anda bayangkan dalam satu kelas, mahasiswa punya style masing-masing, tingkat intelijensi yang beda-beda. Sedangkan selama ini, dosen cenderung hanya delivery materi tanpa memedulikan itu,” ujar Prof. Said.

Melalui pengembangan AI, tenaga pendidik didorong untuk mengenali profil personal anak didik secara mendalam. Teknologi ini memungkinkan terciptanya lingkungan belajar yang adaptif, di mana sistem dapat menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan spesifik setiap mahasiswa.

Meski teknologi telah siap, Prof. Said menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendukung ekosistem digital ini. Ia mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam menyusun kebijakan yang selaras dengan akselerasi teknologi.

“Problemnya, bagaimana government? Apakah mau lari bareng, atau hanya tukang salah benar? Kita perlu sinkronisasi dengan kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Dok. Redaksi terdidik.id

Ketua LLDikti Wilayah II, Prof. Iskhaq Iskandar, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, riset ini sejalan dengan program “Kampus Berdampak” yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi.

“Guru besar harus menjadi motor utama dalam melahirkan solusi di tengah perubahan teknologi yang pesat. Kita harus memanfaatkan AI untuk kemajuan positif,” kata Prof. Iskhaq.

Senada dengan hal itu, Ketua Senat IIB Darmajaya sekaligus Ketua Aptisi Lampung, Firmansyah, menyatakan bahwa penambahan Guru Besar ini adalah bukti nyata peningkatan kualitas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Lampung.

Firmansyah mengungkapkan, dalam empat tahun terakhir, jumlah Guru Besar di PTS Lampung meningkat hampir 100 persen, dengan total kini mencapai sekitar 30 orang.

“Sekarang jangan ragu lagi, kuliah tidak harus di PTN. Banyak PTS di Lampung yang kualitasnya, baik dari SDM maupun akreditasi unggul, sudah sejajar dengan negeri,” pungkas Firmansyah. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *