Itera dan Pemprov Lampung Percepat Operasional Smart BRT Rute Kampus–MBK

Humaniora8 Dilihat

Lamung Selatan (Terdidik.id) – Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama Pemerintah Provinsi Lampung terus mematangkan persiapan pengoperasian Smart Bus Rapid Transit (BRT) Itera yang akan melayani rute Kampus Itera–Mall Boemi Kedaton (MBK), Bandar Lampung. Moda transportasi ini diproyeksikan menjadi solusi angkutan massal yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Smart BRT Itera dirancang berbasis teknologi digital. Fitur yang disiapkan antara lain pelacakan posisi bus secara real-time melalui aplikasi, sistem pembayaran non-tunai, fasilitas wifi, serta CCTV untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang. Layanan ini akan melayani mahasiswa, sivitas akademika Itera, dan masyarakat umum dengan tarif rencana sebesar Rp5.000 per perjalanan.

Kesiapan operasional Smart BRT tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Bus BRT Itera untuk Transportasi Lampung Maju” yang digelar di Ruang Rapat Gedung C Itera, Rabu, 4 Februari 2026. Forum ini dihadiri Rektor Itera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, mewakili Gubernur Lampung, Kepala BPTD Kelas II Lampung, serta perwakilan Bappeda, BPKAD, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, dan pemangku kepentingan lainnya.

Rektor Itera I Nyoman Pugeg Aryantha menegaskan komitmen Itera dalam mendukung pengembangan transportasi publik modern di Lampung. Ia menyampaikan bahwa bus yang merupakan hibah Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Lampung telah disiapkan dengan konsep Smart BRT dan siap memasuki tahap operasional.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengapresiasi peran Itera sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, kontribusi Itera tidak hanya sebatas penyediaan sumber daya manusia, tetapi juga dalam penguatan kebijakan publik berbasis kajian akademik, termasuk pada sektor transportasi.

Pemerintah Provinsi Lampung mendorong Smart BRT Itera menjadi proyek percontohan transformasi transportasi publik di daerah. Marindo menilai FGD ini penting sebagai ruang kolaboratif untuk merumuskan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) dengan melibatkan akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan dalam satu ekosistem diskusi yang konstruktif.

Ia menambahkan, penguatan transportasi publik memiliki dampak strategis terhadap produktivitas ekonomi, efisiensi logistik, mobilitas tenaga kerja, penataan kawasan pendidikan dan perkotaan, hingga pencapaian target pembangunan berkelanjutan dan pengendalian emisi.

Dalam pemaparannya, dosen Teknik Sipil Itera sekaligus penanggung jawab Smart BRT Itera, Muhammad Abi Berkah Nadi, menjelaskan bahwa sistem ini telah melalui kajian kelayakan operasional dan finansial. Smart BRT Itera didukung aplikasi layanan terpadu, pemetaan halte dan armada secara real-time, serta sistem pembayaran non-tunai berbasis kartu yang terintegrasi dalam manajemen operasional berbasis dashboard admin.

Melalui pengembangan Smart BRT, Itera berharap dapat berkontribusi nyata dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung visi besar Transportasi Lampung Maju berbasis inovasi dan teknologi.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *