Bandar Lampung (Terdidik.id) — Pemerintah Kota Bandar Lampung mencatat tren penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, total kasus DBD yang ditemukan selama periode Januari hingga Desember 2025 mencapai 417 kasus, dengan angka kematian nihil.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi A. Temanggung, menjelaskan bahwa jumlah kasus tertinggi terjadi pada Januari 2025 dengan 58 kasus. Setelah itu, angka penularan DBD terus menurun hampir setiap bulan hingga mencapai titik terendah pada Desember, yakni hanya 9 kasus.
“Secara kumulatif sepanjang 2025, kami mencatat 417 kasus DBD di Bandar Lampung dan tidak ada satu pun kasus yang berujung kematian,” ujar Muhtadi, Sabtu, 17 Januari 2026.
Adapun rincian kasus DBD per bulan yakni Februari 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus, Mei 42 kasus, Juni 31 kasus, Juli 26 kasus, Agustus 28 kasus, September dan Oktober masing-masing 20 kasus, serta November 28 kasus.
Muhtadi menegaskan, penurunan angka DBD ini tidak terlepas dari penanganan cepat oleh fasilitas dan tenaga kesehatan, serta upaya pencegahan yang dilakukan secara konsisten di tingkat masyarakat.
Salah satu strategi utama yang dinilai efektif menekan penyebaran DBD adalah program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
“PSN kami lakukan secara masif melalui penyuluhan kepada masyarakat, dengan melibatkan kader posyandu dan aparatur kelurahan,” kata Muhtadi.
Menurutnya, pencegahan DBD harus dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Edukasi kepada warga menjadi kunci agar kesadaran menjaga kebersihan lingkungan terus terjaga.
Selain PSN, Dinas Kesehatan juga melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap setiap kasus DBD yang ditemukan. Fogging atau pengasapan dilakukan secara selektif berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium pasien yang dinyatakan positif DBD.
“Fogging dilakukan jika memang dibutuhkan, berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, agar penyebaran tidak meluas ke wilayah sekitar,” jelasnya.
Meski tren kasus menunjukkan penurunan, Muhtadi tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah, terutama saat musim penghujan yang berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Kami mengajak masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, karena DBD bisa meningkat sewaktu-waktu jika kewaspadaan menurun,” pungkasnya.








