Muktamar NU Ke-35 Momentum Perkuat Arah Politik dan Ekonomi Warga Akar Rumput

Humaniora, Laporan72 Dilihat

Jombang (Terdidik.id) — Perhelatan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, memancarkan pengaruh kuat hingga ke tingkat daerah. Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Lampung Utara, menyambut agenda lima tahunan ini sebagai tonggak penting arah pergerakan politik dan keumatan.

Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Lampung Utara, Fatikhatul Khoiriyah, menegaskan bahwa hubungan PKB dan Nahdlatul Ulama berpijak pada fondasi historis serta ideologis yang tidak terpisahkan. Ia menyebut kedua entitas ini berbagi akar perjuangan, cita-cita, dan napas pengabdian yang sama sejak masa reformasi.

“Para kiai mendirikan PKB pada 1998 untuk mengemban misi kultural NU ke dalam kebijakan negara. Keberhasilan Muktamar Ke-35 NU secara langsung ikut menentukan arah langkah PKB dalam mengadvokasi kepentingan warga di daerah,” ujar Fatikhatul Khoiriyah, Kamis (27/8/2026).

Dampak Kebijakan ke Tingkat Daerah

Menurut politisi yang akrab disapa Mbak Khoir ini, Muktamar ke-35 mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Hikmah untuk Kemaslahatan Bangsa”. Tema tersebut menjawab langsung dinamika sosial ekonomi masyarakat pedesaan.

Di Lampung Utara, basis warga Nahdliyin mendiami sentra-sentra perkebunan dan pertanian, seperti Kecamatan Kotabumi, Abung Timur, hingga Bunga Mayang. Komoditas kopi, singkong, dan padi menjadi penggerak utama ekonomi warga setempat. Jaringan pesantren serta majelis taklim di wilayah-wilayah ini berperan aktif sebagai pusat pendidikan sekaligus simpul perputaran ekonomi mikro.

Mbak Khoir menekankan, keputusan Muktamar mengenai penguatan Lembaga Perekonomian NU memberi angin segar bagi petani kopi dan pelaku usaha mikro di pelosok. Fraksi PKB di legislatif daerah siap mengawal kebijakan hasil muktamar agar bermutasi menjadi program bantuan konkret, alokasi anggaran daerah, dan perlindungan harga komoditas pertanian.

Menjaga Kemajemukan dan Harmoni Sosial

Selain sektor ekonomi, momentum peralihan abad kedua NU ini menuntut penguatan nilai moderasi (tawassuth), keseimbangan (tawazun), dan toleransi (tasamuh). Masyarakat Lampung Utara memiliki latar belakang suku majemuk, mulai dari warga asli Lampung hingga masyarakat transmigran.

Mbak Khoir mengajak seluruh jajaran kader partai dan masyarakat luas mendoakan kelancaran musyawarah akbar Nahdlatul Ulama ini. Nilai-nilai ke-NU-an terbukti efektif merekatkan kerukunan lintas kelompok di tengah keberagaman daerah.

“Apapun hasil pemilihan kepemimpinan PBNU nanti, kita wajib merawat ikatan persaudaraan dan gotong royong warga. PKB bertugas memastikan aspirasi dan cita-cita keumatan NU terwujud dalam kebijakan nyata di pemerintahan daerah,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *