Muncul Dua Titik Api Baru di Way Kambas, Total Lahan Terbakar Dekati Seribu Hektare

Uncategorized4 Dilihat

Lampung Timur (Terdidik.id) — Petugas gabungan kembali menghadapi tantangan berat dalam mengendalikan kebakaran hutan Way Kambas di Kabupaten Lampung Timur. Pihak pengelola mendeteksi kemunculan dua titik api baru pada Kamis (27/8/2026) pagi, yang menambah akumulasi kehancuran vegetasi hingga mendekati angka 1.000 hektare di seluruh kawasan konservasi tersebut.

Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK), MHD Zaidi, mengonfirmasi temuan sebaran titik panas (hotspot) terkini tersebut. Lokasi kebakaran baru ini menyebar di wilayah Resort Rantau Jaya serta Resort Toto Projo yang berbatasan langsung dengan kawasan Susukan Baru.

“Kami menemukan dua titik hotspot baru sejak pagi hari, yaitu di Resort Rantau Jaya dan Resort Toto Projo yang berbatasan dengan Susukan Baru. Tim lapangan terus berjibaku memadamkan kobaran api sampai malam ini,” ungkap Zaidi.

Luasan Lahan Terbakar Bertambah

Berdasarkan hasil pemantauan udara, Zaidi menaksir luasan area yang terbakar di Resort Rantau Jaya berkisar antara 2 hingga 3 hektare. Sementara itu, tim pengendali belum merilis angka pasti untuk luas lahan terdampak di Resort Toto Projo karena amukan api masih berlangsung aktif.

Baca juga : Kebakaran Hutan Way Kambas Cermin Bobroknya Mitigasi

Zaidi menerangkan bahwa karakteristik bentang alam di dua titik baru tersebut memiliki perbedaan nyata dibanding lokasi kebakaran sebelumnya di Karang Anyar, Harjosari, maupun Rantau Kencana. Wilayah anyar ini didominasi oleh formasi tanah mineral yang tertutup semak belukar kering serta padang alang-alang. Kondisi serasah yang menebal akibat kawasan tersebut tidak mengalami kebakaran selama beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama cepatnya penjalaran api.

Peristiwa ini tentu memberi tekanan serius terhadap kestabilan ekosistem kawasan konservasi. Kendati demikian, tim satgas pemadam yang menyisir medan belum menemukan adanya satwa liar langka yang terdampak atau mati secara langsung akibat kepungan api. Balai TNWK telah merancang langkah rehabilitasi serta pemulihan ekosistem secara menyeluruh segera setelah regu darat berhasil menuntaskan seluruh proses pembasahan lahan gambut dan semak belukar.

Kemunculan dua titik api baru ini melipatgandakan dampak kerusakan lingkungan di kawasan konservasi tersebut. Data Balai TNWK mencatat luas kumulatif area yang hangus terbakar selama sepekan terakhir kini telah menembus rentang 700 hingga 750-an hektare, kian mendekati angka 1.000 hektare.

Kronologi Kebakaran di Way Kambas

Rentetan peristiwa karhutla tersebut berawal dari kebakaran hebat di kawasan Desa Braja Harjosari pada 21–22 Agustus 2026 yang melalap lahan seluas 673,54 hektare. Tim gabungan sempat berhasil melakukan pemadaman pada 22 Agustus, sebelum akhirnya kembali muncul titip api baru.

Baca juga : Titik Api Baru Muncul, Kebakaran Hutan Way Kambas Meluas ke Braja Luhur

Selanjutnya, pada 23 Agustus 2026, kebakaran kembali terjadi di kawasan Desa Braja Luhur. Tim gabungan kembali melakukan pemadaman dengan melibatkan sekitar 250 personel dari berbagai unsur

Sekitar 250 personel gabungan dari Balai TNWK, TNI, Polri, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), Kelompok Tani Hutan (KTH), dan Mitra Polhut sempat memadamkan titik tersebut. Namun, api kembali menyala di Resort Braja Luhur pada 23 Agustus 2026 dan memicu operasi pemadaman maraton lintas instansi hingga saat ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed