Jakarta (Terdidik.id) — Sastrawan sekaligus penggiat teater asal Lampung, Ari Pahala Hutabarat, mengukir prestasi gemilang di panggung literasi nasional. Ari sukses memenangkan penghargaan bergengsi Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) 2026 untuk kategori Kumpulan Puisi lewat bukunya yang bertajuk Nusantara, Amnesia.
Mengutip laman Kusala.id, Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia mengumumkan kabar membanggakan tersebut secara resmi melalui siaran daring pada Minggu, 23 Agustus 2026. Kemenangan karya terbitan Lampung Literature ini menegaskan bahwa daya cipta para penulis dari luar pusat kebudayaan ibu kota mampu menembus standar kurasi kesusastraan tertinggi tanah air.
Dewan Juri yang beranggotakan lima sastrawan dan akademisi terkemuka—Andina Dwifatma, Arif Bagus Prasetyo, Martin Suryajaya, Ni Made Purnama Sari, dan Saras Dewi—menilai karya Ari Pahala memiliki bobot artistik dan eksplorasi tematik yang sangat menonjol di antara puluhan nominasi lainnya.
Juri penilai Arif Bagus Prasetyo memberikan catatan khusus mengenai kekuatan teks puisi ciptaan budayawan pendiri Komunitas Berkat Yakin (Kober) Lampung tersebut. Menurut Arif, Ari Pahala berhasil mempertemukan spektrum peristiwa sejarah bangsa yang kolosal dengan renungan pengalaman personal yang intim.
“Karya ini dengan gemilang mengolah trauma sejarah menjadi pengalaman puitik yang kaya, mendobrak kebekuan pikiran sembari menggetarkan emosi melalui komposisi yang padu secara bentuk maupun tema,” papar Arif saat membacakan evaluasi dewan juri.
Selain kemenangan Ari Pahala pada genre puisi, KSK 2026 juga menganugerahi novelis Nukila Amal untuk kategori Novel lewat karya Ikhtiar yang Tak Benar-Benar (Penerbit KPG) dan Ratri Ninditya untuk kategori Kumpulan Cerpen melalui buku Hantu Ulang-alik (Penerbit baNANA).
Anggota tim kurator KSK 2026, Hasan Aspahani, menegaskan bahwa penjurian tahun ini mengedepankan independensi penuh dan mendorong keterlibatan ekosistem sastra yang kian inklusif, mulai dari pemerintah, komunitas seni daerah, hingga jejaring penerbit independen.
Ketua Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia Pratiwi Juliani menambahkan bahwa seluruh karya pemenang membuktikan vitalitas dunia kepenulisan Indonesia yang senantiasa dinamis.
Direktur Program KSK Gema Mawardi menyampaikan bahwa panitia mengagendakan malam penganugerahan dan penyerahan trofi secara langsung pada Sabtu, 12 September 2026. Acara tersebut bakal berlangsung di Graha Utama, Gedung A Lantai 3 Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Pihak penyelenggara mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP melalui program Dana Indonesiaraya, Badan Bahasa, serta Balai Sastra HB Jassin. (**)










