SMA Siger Terima Hibah Rp350 Juta untuk Operasional

Humaniora16 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) — Ketua Yayasan Siger Prakarsa Bunda, Khaidarmansyah mengakui jika pihaknya telah menerima anggaran dari Pemkot Bandar Lampung. Pihaknya menerima anggaran Rp350 juta dalam bentuk hibah melalui rekening yayasan untuk mengelola 2 SMA Siger meski belum memiliki izin operasional.

“Yayasan hanya menerima dana hibah sebesar Rp350 juta yang disalurkan langsung melalui rekening bank atas nama yayasan,” ungkapnya, Sabtu, 25 Januari 2026.

Mantan Kepala Bappeda Bandar Lampung itu mengklaim penyaluran hingga penggunaan anggaran tersebut telah dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Uang tersebut dialokasikan untuk dua pos utama yakni operasional sekolah berupa alat tulis kantor, ekstrakurikuler, buku pelajaran, serta mencetak rapor siswa.

Selain itu uang yang bersumber dari APBD itu juga dipergunakan yayasan untuk memenuhi hak SDM yang terlibat berupa gaji bagi Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Bahkan, lanjut, pihaknya juga telah menetapkan realisasi pembayaran gaji guru hingga Juni 2026.

“Penggunaan dana hibah 2025 ini bahkan direalisasikan untuk membiayai operasional dan gaji guru hingga Juni 2026,” kata Khaidar.

Dia juga membantah tudingan DPRD Bandar Lampung yang menyebut penyaluran anggaran itu tidak sesuai aturan. “Yayasan memastikan laporan pertanggungjawaban disusun sesuai regulasi,” tambahnya.

Kemudian, Khaidarmansyah juga mengakui jika dua SMA Siger yang dikelolanya belum memiliki izin operasional. Namun dia menjelaskan, pihaknya telah menyerahkan pengajuan izin operasional ke Disdikbud Lampung pada Desember 2025.

Tidak hanya itu, yayasannya juga baru mengusulkan izin operasional dan kelengkapan berkas ke DPMPTSP Lampung.

“Berkas usulan izin operasional untuk kedua sekolah tersebut telah diserahkan ke Disdikbud Lampung pada Desember 2025 lalu. Awal Januari 2026 kami juga telah menyampaikan usulan izin dengan kelengkapan berkas serupa kepada DPMPTSP Lampung,” jelasnya.

“Langkah itu menjadi bukti keseriusan yayasan agar sekolah segera terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dengan target rampung sebelum pendaftaran ujian tahun pelajaran 2028-2029,” tambahnya.(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *