Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop AI Tools for Journalists di Palembang

Humaniora58 Dilihat

Palembang (Terdidik.id) -– Lebih dari 30 jurnalis dan perwakilan redaksi media dari empat provinsi mengikuti workshop “AI Tools for Journalists” yang digelar Suara.com bersama Local Media Community (LMC) dengan dukungan Google News Initiative (GNI) di Batiqa Hotel Palembang, 5 – 6 Februari 2026.

Peserta tidak hanya berasal dari Kota Palembang, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sumatera Selatan seperti Ogan Komering Ilir (OKI) dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Bahkan, jurnalis dari Bangka Belitung, Jambi, dan Lampung turut hadir, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam kerja jurnalistik.

Workshop di Palembang merupakan seri kelima dari rangkaian pelatihan “AI Tools for Journalists” setelah sebelumnya digelar di Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Pelatihan ini dipandu oleh Pemimpin Redaksi Tribun Sumsel Yudie Thirzano dan Redaktur Eksekutif Suara.com Arsito Hidayatullah, yang merupakan alumnus Training of Trainers (ToT) program AI Tools for Journalists dari GNI.

Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono, mengapresiasi tingginya minat peserta, khususnya mereka yang datang dari luar provinsi. Menurutnya, perkembangan teknologi AI merupakan keniscayaan yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi media daring.

“AI tidak harus membunuh jurnalisme. Justru yang berbahaya adalah ketika jurnalis tidak mau belajar teknologi sama sekali,” kata Suwarjono.

Ia menambahkan, konten berkualitas tetap membutuhkan strategi distribusi dan pemahaman algoritma agar dapat menjangkau pembaca.

Dalam workshop berdurasi total sekitar 13–14 jam, peserta diperkenalkan dengan berbagai tools berbasis AI yang dapat menunjang kerja jurnalistik. Mulai dari Google Trends untuk membaca kebutuhan audiens, Gemini sebagai asisten kreatif, hingga Pinpoint dan NotebookLM untuk riset mendalam dan pengembangan berbagai format konten. Selain itu, peserta juga mendapat materi verifikasi gambar, video, dan audio.

Salah seorang peserta, Hendra dari Bangka Pos, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut. Meski demikian, ia menilai peran jurnalis tetap tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh AI.

“AI membantu, tapi tetap ada ‘feel’ tulisan yang tidak bisa digantikan. Namun, pelatihan ini membuka banyak wawasan baru,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Cuci Hati, peserta dari Palembang yang mewakili JPNN.com. Ia menilai penggunaan Pinpoint dan NotebookLM masih belum familiar bagi sebagian jurnalis, namun memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk untuk produksi infografis, video, dan podcast.

Trainer workshop, Yudie Thirzano, menegaskan bahwa pelatihan dua hari belum cukup untuk membuat peserta mahir menggunakan seluruh tools. Menurutnya, kunci utama adalah praktik berkelanjutan dan eksplorasi mandiri.

Sementara itu, Arsito Hidayatullah menyebut antusiasme peserta konsisten tinggi di setiap kota. Bahkan, interaksi dan diskusi tetap berlanjut melalui grup percakapan peserta pasca-workshop.

Rangkaian workshop “AI Tools for Journalists” masih akan berlanjut dengan satu sesi terakhir yang dijadwalkan berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, pada pekan depan.(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *