DPD PATRI Lampung Gelar Rakerda dan Bakti Sosial di Museum Ketransmigrasian

Humaniora12 Dilihat

Pesawaran (Terdidik.id) — Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Provinsi Lampung menyelenggarakan rangkaian kegiatan Halal Bihalal, Rapat Kerja Daerah (Rakerda), dan bakti sosial. Acara ini dipusatkan di Museum Ketransmigrasian Lampung, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (11/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum DPP PATRI Bambang Sulistyo, MM., Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Lampung Dr. Drs. M. Firsada, M.Si., serta Ketua Umum DPD PATRI Lampung Prof. Dr. KH. Moch. Mukri, M.Ag.

Ketua Panitia Rakerda, Dr. KH. Andi Warisno, MM.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Museum Ketransmigrasian memiliki makna strategis. “Museum ini adalah satu-satunya museum transmigrasi di Indonesia, bahkan mungkin di dunia,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Ketua Umum PATRI Lampung, Prof. Mukri, menekankan pentingnya Rakerda sebagai penguatan organisasi (jam’iyah). Ia berharap PATRI dapat menjadi wadah peneduh dan perekat bagi masyarakat, selaras dengan makna filosofis namanya.

“Halal bihalal adalah tradisi penting untuk saling memaafkan. Sementara Rakerda ini menjadi momentum bagi PATRI untuk semakin solid sebagai perekat di masyarakat,” tutur Prof. Mukri.

Apresiasi juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung. Membacakan pidato Gubernur Lampung, Asisten I M. Firsada menyatakan bahwa eksistensi PATRI sangat strategis karena sejarah Lampung tidak dapat dipisahkan dari masyarakat transmigran. Pemprov berharap sinergi antara PATRI dan pemerintah terus diperkuat demi pembangunan daerah.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP PATRI Bambang Sulistyo memaparkan sejarah panjang transmigrasi di Lampung. Ia secara khusus memuji komposisi kepengurusan DPD PATRI Lampung yang banyak diisi oleh kalangan akademisi seperti profesor dan doktor.

Sebagai wujud kepedulian sosial, acara diakhiri dengan aksi bakti sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim dan janda yang tinggal di sekitar kawasan Museum Ketransmigrasian Lampung. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *