Bandar Lampung (Terdidik.id) — Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menjamin proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMA dan SMK tahun ajaran 2026/2027 akan berjalan transparan dan bebas dari praktik kecurangan. Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, menegaskan komitmen ini saat ia menghadiri Rapat Koordinasi SPMB tingkat provinsi, baru-baru ini.
Yanuar menyatakan, pemerintah provinsi dan lembaga legislatif memiliki satu tujuan utama, yakni mewujudkan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, para wakil rakyat berjanji akan mengawasi secara ketat setiap tahapan penerimaan siswa baru tersebut dari awal hingga akhir.
“Langkah pengawasan proaktif ini bertujuan memastikan tidak ada pihak-pihak yang merugikan calon peserta didik akibat sistem yang tidak akuntabel,” ujar Yanuar.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung turut menyepakati pentingnya transparansi dalam pelaksanaan SPMB mendatang. Kepala Disdikbud Provinsi Lampung, Thomas Amirico, menjelaskan bahwa SPMB berfungsi sebagai pintu gerbang utama atau langkah awal (best input) dalam menyeleksi siswa berkarakter.
“Pihak sekolah wajib menjalankan proses seleksi secara objektif dan berkeadilan. Institusi pendidikan harus menjaring calon siswa yang benar-benar siap mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik mereka,” kata Thomas.
Rapat koordinasi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan yang mengawal sektor pendidikan daerah. Pejabat pemerintah daerah, lembaga pengawas pelayanan publik, hingga praktisi pendidikan berkumpul merumuskan strategi terbaik.
Perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) jenjang SMA, SMK, dan SLB juga hadir memberikan masukan langsung dari lapangan. Seluruh peserta rapat membedah tuntas aturan main SPMB yang bersumber dari Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Nomor 3 Tahun 2025 beserta petunjuk teknis Gubernur Lampung.
Selain membahas aturan ketat penerimaan siswa, Thomas Amirico secara khusus menyoroti dinamika pendidikan dalam menghadapi tantangan Generasi Alpha. Generasi masa kini memaksa tenaga pendidik untuk meninggalkan gaya mengajar lama yang kaku dan satu arah. Thomas mendorong para guru agar berinovasi menggunakan beragam media pembelajaran, khususnya yang berbasis teknologi digital. Anak-anak era sekarang memiliki variasi gaya belajar yang kompleks, mulai dari visual, auditori, hingga kinestetik, sehingga metode mengajar harus jauh lebih adaptif.
Disdikbud Provinsi Lampung merespons tantangan zaman ini dengan memperkuat kurikulum pengayaan bagi peserta didik. Kurikulum baru ini menitikberatkan pada penguatan kemampuan dasar siswa, terutama untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sekolah akan menerapkan pendekatan lintas mata pelajaran secara terintegrasi serta merencanakan target capaian secara berkelanjutan sejak kelas X hingga XII.
Komisi V DPRD Provinsi Lampung berharap rapat koordinasi strategis ini mampu menyamakan persepsi seluruh penyelenggara layanan pendidikan. Sinergi kuat antara legislatif, eksekutif, dan pihak sekolah akan mencegah masalah klasik tahunan setiap musim penerimaan siswa baru tiba. Melalui kolaborasi ini, pemerintah optimistis setiap anak di Provinsi Lampung pasti mendapatkan akses pendidikan menengah yang berkualitas secara merata tanpa diskriminasi. (Rls)












