Gunung Anak Krakatau Siaga, Alami 5 Kali Erupsi dalam 6 Jam

Humaniora, Laporan16 Dilihat

Lampung Selatan (Terdidik.id) — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat. Berdasarkan pengamatan terbaru pada Rabu (8/7/2026), gunung api aktif ini mengalami lima kali erupsi dan serangkaian gempa vulkanik hanya dalam durasi enam jam, tepatnya dari pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, mengonfirmasi bahwa kelima erupsi tersebut memiliki amplitudo cukup besar, yakni berkisar antara 35 hingga 50 mm.

“Durasi gempa letusan atau erupsi tersebut berlangsung selama 13 hingga 42 detik,” tulis Deny dalam laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui laman Magma ESDM.

Selain gempa letusan, alat seismograf juga merekam 1 kali gempa Tremor Menerus. Gempa getaran ini memiliki amplitudo 2 hingga 28 mm, dengan kekuatan dominan di angka 6 mm.

Kolom Asap hingga 250 Meter

Secara visual, asap kawah utama bertiup lemah ke arah barat laut. Asap tersebut berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal. Tinggi kolom asap kelabu ini mencapai 10 hingga 250 meter dari atas puncak gunung.

Meskipun aktivitas di atas kawah cukup intens, kondisi ombak laut di sekitar pulau vulkanik tersebut terpantau tenang. Cuaca di area sekitar dilaporkan berawan dengan suhu udara berkisar antara 27.1 hingga 31.9°C.

Status Siaga dan Radius Aman

Melihat tingginya intensitas kegempaan dan erupsi ini, PVMBG masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).

Pemerintah mengeluarkan rekomendasi tegas bagi keselamatan publik. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun nelayan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau. Semua pihak wajib mengosongkan area dan tidak boleh melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif untuk menghindari ancaman material vulkanik. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *