Kelulusan SMK Lampung 2026 Tembus 99,94 Persen, Lampung Timur Paling Banyak Tidak Lulus

Humaniora14 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi mengumumkan hasil kelulusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ajaran 2025/2026. Hasil rekapitulasi menunjukkan pencapaian luar biasa dengan tingkat kelulusan mencapai 99,94 persen di seluruh Bumi Ruwa Jurai.

Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. Ia menyebut angka tersebut merupakan bukti nyata dari peningkatan kualitas pendidikan vokasi yang semakin merata.

“Kami mencatat dari total 47.101 siswa kelas XII yang terdaftar secara final, sebanyak 47.072 siswa berhasil lulus. Ini adalah kado istimewa bagi dunia pendidikan kita,” ujar Thomas Amirico dalam keterangan resminya, Senin, 4 Mei 2026.

Pemerataan Kualitas Pendidikan

Thomas menjelaskan bahwa keberhasilan ini melibatkan 493 satuan pendidikan di 15 kabupaten/kota. Data menunjukkan hanya terdapat 29 siswa yang tidak lulus di seluruh provinsi. Meskipun Kabupaten Lampung Timur mencatatkan angka ketidaklulusan tertinggi yakni 9 siswa, Thomas menilai dinamika antarwilayah secara umum sangat stabil.

Berdasarkan data Disdikbud Lampung, meski tidak 100 persen daerah dengan populasi siswa besar seperti Lampung Selatan tetap tangguh dengan tingkat kelulusan 99,93 persen. Kota Bandar Lampung menyusul dengan 99,92 persen, serta Lampung Tengah dan Lampung Timur yang tetap bertahan di ambang atas 99 persen.

“Pencapaian ini mencerminkan efektivitas sistem penilaian komprehensif yang kita terapkan. Tidak ada lagi kesenjangan mencolok antarwilayah,” imbuh Thomas.

Siap Serap Dunia Industri

Disdikbud Lampung mencatat lima daerah sebagai penyumbang lulusan terbanyak. Kabupaten Lampung Tengah menempati urutan pertama, diikuti oleh Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Utara.

Thomas berharap puluhan ribu lulusan SMK ini mampu menjadi tulang punggung penyedia tenaga kerja terampil. Ia mendorong para alumni untuk segera menangkap peluang di dunia usaha dan dunia industri (DUDI) guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Target kami bukan sekadar lulus, tapi bagaimana mereka terserap oleh industri atau menciptakan lapangan kerja mandiri. Pemerintah terus memperkuat kemitraan dengan sektor industri agar lulusan kita memiliki daya saing tinggi,” pungkasnya.(MAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *