Idulfitri 1447 H, Ketua DPRD Lampung Serukan Sinergi dan Gotong Royong

Humaniora16 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah sebagai momentum emas. Ia menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan memantik kembali semangat gotong royong antara pemerintah daerah dan warga demi memacu roda pembangunan Provinsi Lampung secara berkelanjutan.

Ahmad Giri Akbar menyampaikan pesan inspiratif tersebut saat ia menghadiri pelaksanaan Salat Idulfitri bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dan ribuan jamaah di Masjid Raya Al-Bakrie, Bandar Lampung, pada hari Sabtu (21/3/2026). Kehadiran para pemimpin daerah ini memperlihatkan kekompakan harmonis antara lembaga eksekutif dan legislatif dalam merayakan hari kemenangan bersama rakyat.

Istri Ketua DPRD, Irene Fransisca, yang juga mengemban amanah sebagai Ketua Ikatan Keluarga Anggota Dewan (IKAD) Provinsi Lampung, tampak setia mendampingi sang suami dalam ibadah suci ini. Sejumlah tokoh penting juga meramaikan barisan saf terdepan. Para tokoh tersebut antara lain Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela, Anggota DPR RI Ir. Dwita Ria Gunadi, serta Anggota DPRD Provinsi Lampung Yanuar Irawan, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Sekretaris DPRD Provinsi Lampung, beserta jajaran pejabat tinggi Pemerintah Provinsi Lampung juga hadir melengkapi kebersamaan tersebut.

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Lampung, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Kami sangat berharap Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan,” ucap Ahmad Giri Akbar kepada para awak media usai menunaikan salat.

Ahmad Giri kemudian menyoroti dinamika sosial terkait perbedaan penetapan hari raya yang sempat muncul di tengah masyarakat belakangan ini. Ia memandang perbedaan tersebut sebagai hal yang sangat wajar dan menjadi warna tersendiri dalam kehidupan beragama di Indonesia yang majemuk. Ia meminta warga tidak membesar-besarkan perbedaan, melainkan merayakan keberagaman itu dengan penuh kedewasaan.

“Masyarakat terbiasa menghadapi perbedaan dalam penetapan hari raya. Hal yang paling krusial adalah bagaimana kita semua tetap menjaga batas toleransi, merawat nilai persatuan, dan saling menghormati satu sama lain di tengah riuhnya keberagaman yang ada,” tegas politisi muda yang akrab dengan kaum milenial tersebut.

Selain berbicara soal kerukunan umat beragama, Ahmad Giri Akbar juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja aparat penegak hukum dan penjaga keamanan negara. Ia menilai Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan seluruh pemangku kepentingan telah sukses menciptakan situasi keamanan yang sangat kondusif. Mereka bekerja keras siang dan malam mengawal kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini. Ia meyakini kondisi aman ini membuktikan kuatnya kolaborasi lintas sektor yang berdampak positif bagi masyarakat luas.

“Kami mengapresiasi sinergi kokoh dari TNI, Polri, dan seluruh stakeholder terkait. Mereka benar-benar bekerja keras sehingga masyarakat bisa menjalani tradisi arus mudik maupun arus balik secara aman, lancar, dan sangat kondusif,” tambahnya dengan penuh rasa bangga.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga memberikan sambutan hangat sebelum umat memulai pelaksanaan salat. Ia mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh warga masyarakat Provinsi Lampung tanpa terkecuali. Sang Gubernur mengajak warga secara aktif menjadikan hari kemenangan ini sebagai sarana nyata untuk memperkuat nilai kepedulian sosial, merajut ukhuwah, dan mempererat tali silaturahmi antarwarga di seluruh pelosok Bumi Ruwa Jurai.

Tahun ini, Utsmann Hidayat memimpin langsung pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Raya Al-Bakrie sebagai imam yang membimbing ribuan jamaah. Sementara itu, Kakanwil Kemenag Lampung Zulkarnain bertugas mengisi khutbah yang sukses menginspirasi para jamaah yang hadir memenuhi area dalam hingga pelataran masjid.

Setelah merampungkan seluruh rangkaian ibadah salat dan mendengarkan khutbah, para pimpinan daerah segera melanjutkan kegiatan dengan menyelenggarakan acara gelar griya (open house) di Mahan Agung. Acara ramah tamah ini membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat yang ingin bersilaturahmi langsung dan berbincang santai dengan para pemimpin daerah mereka. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *