Kuasai 91,3 Persen Suara, Prof Elfahmi Terpilih Jadi Rektor Itera

Humaniora19 Dilihat

Lampung Selatan (Terdidik.id) – Institut Teknologi Sumatera (Itera) resmi memiliki nahkoda baru untuk periode empat tahun ke depan. Guru Besar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. apt. Elfahmi, M.Si., keluar sebagai pemenang mutlak dalam ajang Pemilihan Rektor Itera periode 2026–2030 yang berlangsung pada Rabu, 20 Mei 2026.

Prof Elfahmi menorehkan kemenangan dramatis setelah menyapu bersih mayoritas dukungan. Dalam pemungutan suara yang berlangsung secara tertutup di Ruang Rapat Utama Gedung A Itera tersebut, ia berhasil mengamankan 91,30% suara dari total hak pilih yang masuk.

Angka tersebut menunjukkan dominasi total Prof Elfahmi atas dua pesaing kuat lainnya. Rekan sejawatnya dari ITB, Prof. Dr. Aswan, S.T., M.T., dan kandidat dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr., harus puas berbagi angka dengan masing-masing mengantongi 4,35% suara.

Komposisi Suara dan Transparansi Senat

Ketua Senat Itera, Dr. Sunarsih, M.A., menjelaskan bahwa perhitungan akhir tersebut mengacu pada regulasi resmi pemerintah. Perolehan suara ini merupakan akumulasi dari komposisi 65% suara senat yang hadir dan 35% suara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Aturan baku ini tertuang dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri.

Dari total 17 anggota Senat Itera, sebanyak 15 orang hadir langsung memberikan hak pilihnya. Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menguasakan suaranya kepada Dr. Muhamad Hasan Chabibie, S.T., M.Si., yang menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Dr. Sunarsih memastikan bahwa seluruh rangkaian suksesi kepemimpinan ini berjalan dengan jujur, objektif, dan memegang teguh nilai-nilai integritas.

“Selamat kepada Prof. Elfahmi yang telah terpilih sebagai Rektor Itera periode 2026–2030. Kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha yang akan menyelesaikan masa kepemimpinannya pada 30 Juni mendatang,” ujar Dr. Sunarsih selepas rapat pleno tertutup.

Pihak Senat Itera bergerak cepat pasca-pemilihan ini. Mereka segera mengirimkan berkas hasil pemungutan suara kepada Kemendiktisaintek di Jakarta untuk memulai proses penetapan resmi serta penjadwalan pelantikan rektor terpilih.

Apresiasi dari Rektor Petahana

Apresiasi tinggi juga datang dari Rektor Itera yang saat ini masih menjabat, Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha. Ia memuji kinerja panitia dan kedewasaan seluruh anggota senat yang berhasil menjaga suasana pemilihan tetap kondusif, terhormat, dan bermartabat.

Prof. Nyoman turut menitipkan harapan besar kepada penerusnya agar membawa kampus teknologi terbesar di Sumatera ini melompat lebih tinggi.

“Atas nama pimpinan dan sivitas akademika, saya menyampaikan selamat kepada Prof. Elfahmi atas amanah yang dipercayakan. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam memimpin Itera,” tutur Prof. Nyoman hangat.

Menuju Kampus Berdaya Saing Global

Menanggapi kemenangan besarnya, Rektor Itera Terpilih, Prof. Elfahmi, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Senat, Panitia, serta Menteri Kemendiktisaintek, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., atas mandat besar yang ia terima.

Prof. Elfahmi menilai, kelancaran proses demokrasi di Itera membuktikan bahwa tata kelola kampus ini sudah berjalan pada jalur yang benar. Seluruh tahapan dinilai sukses merefleksikan jargon utama pemilihan, yakni BIJAK (Berani, Integritas, Jujur, Amanah, dan Kreatif).

Namun, ia menyadari bahwa posisi Rektor Itera mendatangkan tanggung jawab dan tantangan yang masif. Ia memuji kepemimpinan Prof. Nyoman yang dinilai sukses membangun fondasi akademik dan infrastruktur yang kokoh di Lampung Selatan.

“Prestasi yang telah dicapai menjadi amanah untuk dipertahankan dan terus ditingkatkan sehingga Itera dapat terus berkembang menjadi institut teknologi yang unggul sesuai visi dan misinya,” tegas Prof. Elfahmi.

Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika Itera untuk merapatkan barisan, bekerja keras secara kolektif, dan bersama-sama mentransformasikan Itera menjadi perguruan tinggi yang disegani serta mampu bersaing di tingkat global.

Keberhasilan Prof. Elfahmi menguasai panggung pemilihan tidak terjadi dalam semalam. Ketua Panitia Pemilihan Rektor Itera, Dr. Abdul Rajak, M.Si., memaparkan bahwa suksesi ini merupakan hasil dari proses panjang yang melelahkan selama berbulan-bulan.

Rangkaian agenda telah bergulir sejak awal tahun, tepatnya melalui pembukaan pendaftaran bakal calon pada 14 Januari hingga 14 Februari 2026. Setelah melewati penyaringan administrasi yang ketat, panitia memperkenalkan para bakal calon kepada publik, disusul dengan sesi penyampaian visi, misi, dan program kerja strategis secara terbuka di hadapan sivitas akademika.

Puncaknya, senat menetapkan tiga calon rektor terbaik pada 21 April 2026, sebelum akhirnya menggelar pemungutan suara penentu pada hari ini. Dr. Abdul Rajak menambahkan, saat ini panitia sedang mengoordinasikan jadwal pelantikan resmi dengan pihak kementerian agar transisi kepemimpinan pada akhir Juni nanti berjalan tanpa hambatan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *