Lewat Modernisasi, Kini Masjid Jadi Pusat Ekonomi dan Kerukunan Umat

Humaniora29 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) – Konsep pengelolaan tempat ibadah di Provinsi Lampung kini resmi memasuki babak baru. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa modernisasi masjid zaman sekarang tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik atau pemanfaatan teknologi digital semata. Lebih dari itu, masjid harus bertransformasi menjadi pusat penguatan ibadah, sosial, dan perputaran ekonomi umat.

Pernyataan tersebut disampaikan Zulkarnain saat memberikan tausiyah sekaligus meluncurkan secara resmi Program Modernisasi Masjid Kemiling. Acara strategis ini berlangsung di Masjid Jami’ Al Anshor, Kemiling Permai, Bandar Lampung, pada Sabtu (4/7/2026).

Masjid Harus Menjawab Kebutuhan Zaman

Menurut Zulkarnain, masjid pada era modern wajib peka terhadap realitas sosial dan mampu menjawab berbagai kebutuhan nyata masyarakat di sekitarnya.

“Modernisasi masjid bukan hanya soal arsitektur yang megah atau sistem suara yang canggih. Esensi utamanya adalah bagaimana manajemen masjid mampu memperkuat fungsi ibadah, sosial, dan ekonomi, sehingga masyarakat benar-benar merasakan kehadirannya,” ujar Zulkarnain di hadapan ratusan jamaah.

Ia merinci tiga pilar utama yang menjadi target penguatan program ini:

Fungsi Ibadah: Masjid harus konsisten menjadi pusat pembinaan keagamaan yang aktif, mulai dari salat berjamaah, kajian keislaman, hingga pendidikan Al-Qur’an.

Fungsi Sosial: Masjid perlu hadir sebagai ruang publik yang mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan antarwarga, serta menawarkan solusi konkret atas problematika sosial.

Fungsi Ekonomi: Masjid memiliki potensi raksasa dalam mendorong pemberdayaan ekonomi warga melalui sistem pengelolaan yang profesional, produktif, dan mandiri.

Zulkarnain menilai, program ekonomi berbasis masjid yang terkelola dengan baik dapat membiayai operasional rumah ibadah secara mandiri sekaligus mengangkat kesejahteraan para jamaah.

Apresiasi Inovasi KUA Kemiling

Secara khusus, Kanwil Kemenag Lampung memberikan apresiasi tinggi kepada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemiling yang menginisiasi program ini bersama para pengurus takmir setempat. Program inovatif ini menyediakan berbagai fasilitas pendukung serta memperluas jangkauan layanan keagamaan bagi publik.

Selain aspek manajemen, Zulkarnain memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi. Merujuk pada Surah Al-Hujurat ayat 13, ia menekankan bahwa Allah SWT menciptakan perbedaan suku dan latar belakang agar manusia saling mengenal, menghormati, dan tolong-menonjol.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Program Nyata

Pada kesempatan yang sama, Kepala KUA Kecamatan Kemiling, Purna Irawan, memaparkan latar belakang program tersebut. Ia menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari semangat kolaborasi yang kuat antara KUA, takmir masjid, tokoh agama, dan warga setempat.

Kecamatan Kemiling sendiri memiliki modal sosial yang besar dengan sebaran 111 masjid dan 61 musala di sembilan kelurahan. Karakteristik masyarakat yang heterogen menuntut KUA Kemiling untuk meluncurkan program pembinaan yang mampu merawat moderasi beragama.

“Kami menargetkan masjid menjadi motor kemajuan umat. Tak sekadar makmur secara ritual, tetapi juga berkontribusi nyata dalam sektor pendidikan, sosial, dan ekonomi regional,” tutur Purna.

Dalam empat tahun terakhir, KUA Kemiling terbukti aktif menjalankan program Safari Subuh untuk menjangkau hampir seluruh peribadatan di wilayahnya. KUA Kemiling juga sukses mengembangkan koperasi syariah yang melibatkan perputaran modal dari warga sekitar.

Menjadi Pilot Project di Provinsi Lampung

Peluncuran program ini berjalan khidmat dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kepala Kanwil Kemenag Lampung periode 2015–2019 Suhaili, Kepala Kemenag Kota Bandar Lampung Erwinto, dan Kepala Bidang Urais Kanwil Kemenag Lampung Fikri Yulian. Turut hadir pula Camat Kemiling Andi Saputra Kusuma, jajaran lurah, serta para ketua takmir se-Kecamatan Kemiling.

Gerakan modernisasi ini diharapkan mampu menjadi pilot project (proyek percontohan) bagi seluruh masjid di Provinsi Lampung dalam menerapkan tata kelola tempat ibadah yang profesional, inklusif, dan berdampak luas bagi kemaslahatan masyarakat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *