Lampung Selatan (Terdidik.id) — Delegasi Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC) Arab Saudi melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan teleskop OZT–Astelco Lunar Telescope System (ALTS) di Institut Teknologi Sumatera (Itera). Evaluasi difokuskan pada kinerja observatorium, pemanfaatan data astronomi, serta keberlanjutan riset pengamatan bulan.
Peninjauan dilakukan di Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) yang mengelola teleskop hibah Pemerintah Arab Saudi sejak 2021. Sejumlah hasil pengamatan dan riset yang dipaparkan dinilai memenuhi standar pengamatan bulan dan membuka peluang pengembangan jejaring riset internasional.
Delegasi RCMC dipimpin Chief Program Management Officer Saad Al Wabel bersama tim ahli astronomi. Dalam diskusi teknis di lingkungan kampus Itera, delegasi menyoroti fungsi teleskop lunar yang tidak hanya terkait penentuan awal bulan, tetapi juga kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kami ingin mengembangkan kerja sama ini hingga ke tingkat tertinggi, melalui pemikiran para ilmuwan dan keterampilan para ahli, untuk membawa kita menuju era baru dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” ujar Saad Al Wabel.
Menurut Saad, integrasi sains dan nilai keagamaan menjadi aspek penting dalam pemanfaatan teleskop pengamatan bulan. Ia menilai, fasilitas tersebut memiliki potensi strategis dalam memperkuat persatuan umat Islam sekaligus memperluas kontribusi sains astronomi.
“Teleskop yang difokuskan untuk pengamatan bulan tidak hanya memiliki fungsi keagamaan, seperti penentuan awal bulan, tetapi juga kekuatan besar dari sisi sains dan keilmuan,” katanya.
Meski belum terikat kerja sama formal, Saad mengapresiasi pengelolaan teleskop oleh Itera yang dinilai konsisten dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan.
Dalam forum yang sama, Ahli Astronomi ITB sekaligus mantan Kepala OAIL Itera, Dr. Hakim L. Malasan, menjelaskan latar belakang pengembangan teleskop OZT serta arah penguatan peran observatorium dalam jejaring riset global. Ia juga menyebut adanya rencana kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung keberlanjutan program observatorium.
Sementara itu, dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Dr. Robiatul Muztaba, memaparkan bahwa OAIL telah menghasilkan berbagai data astronomi yang kini dimanfaatkan dalam penelitian dosen dan mahasiswa.(Rls)











