Bandar Lampung (Terdidik.id) — Cerpen Bayang-bayang Kebun Karet karya Cerpenis Lampung, Yulisar Lubay, terpilih ke dalam Cerpen Pilihan Kompas 2025. Selain itu cerpen tersebut juga menjadi salah satu nomine dalam Malam Anugerah Cerpen Pilihan Kompas 2025 di Kampas Tower, Jakarta, 28/10/26.
Diketahui, Kompas menerima sebanyak 3.342 cerpen sepanjang tahun 2025. Dari jumlah itu, terdapat 49 cerpen yang dimuat di Harian Kompas dan 972 cerpen di Kompas.id. Hanya 17 cerpen di antaranya terpilih menjadi nomine cerpen pilihan Kompas 2025.
Capaian tersebut menjadi satu bukti kualitas penulis dari Lampung di panggung nasional. Yulizar berharap capaian itu bisa menjadi penyemangat para penulis prosa di Lampung.
“Semoga berikutnya lahir para penulis prosa (cerpen) dari Lampung, terutama para penulis perempuan,” ungkap pria yang juga aktif sebagai aktor teater.

Cerpen Bayang-bayang Kebun Karet dimuat di harian Kompas pada 29 Juni 2025. Karya ini menjadi salah satu jejak kepenulisan Yulizar yang memperkuat kiprahnya di dunia sastra Indonesia.
Yulizar juga tercatat sebagai penulis cerpen Kabar Gembira, yang terhimpun dalam buku Cerpen Pilihan Kompas 2022. Selain menulis, ia aktif di Komunitas Berkat Yakin (KoBer) Lampung dan berkegiatan di dunia teater sebagai aktor.
Kiprah Yulizar hadir dalam dinamika sastra Indonesia yang terus memberikan ruang bagi beragam suara dan latar belakang penulis. Pada 2025, Ni Komang Ariani meraih penghargaan Cerpen Terbaik Pilihan Kompas melalui cerpennya berjudul Mata-mata di Kepala.
Karya-karya yang terpilih dalam tradisi sastra Kompas memperlihatkan peran cerpen sebagai medium untuk merekam kehidupan, mengolah pengalaman manusia, dan menyampaikan refleksi sosial melalui bahasa sastra.(*)






