Bandar Lampung (Terdidik.id) — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung menggelar Rapat Paripurna Istimewa untuk memperingati Hari Jadi Provinsi Lampung di ruang rapat paripurna DPRD, Selasa (31/3/2026). Peringatan tahun ini terasa sangat spesial karena bertepatan dengan momentum penyerahan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) desain Menara Siger kepada Pemerintah Provinsi Lampung.
Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, memimpin langsung sidang paripurna ini. Jajaran pimpinan lain seperti Wakil Ketua I Khostiana, Wakil Ketua II Ismet Roni, Wakil Ketua III Maulidah Zauroh, dan Wakil Ketua IV Naldi Rinara S. Rizal turut mendampingi prosesi sidang bersama seluruh anggota DPRD Lampung.
Ahmad Giri Akbar menyampaikan bahwa hari jadi ini merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah. Ia juga mengajak seluruh elemen memperkuat sinergi demi mendorong kesejahteraan masyarakat Bumi Ruwa Jurai.
“Perjalanan Provinsi Lampung bukanlah perjalanan yang singkat. Banyak pengorbanan yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melanjutkannya,” ujar Giri dalam sambutannya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, M.M., bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, serta jajaran TNI-Polri. Para Kepala Daerah dan Pimpinan DPRD Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung juga tampak memadati ruang rapat dengan mengenakan busana adat Lampung sebagai bentuk pelestarian budaya.
Dalam pidatonya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela memaparkan arah pembangunan Provinsi Lampung yang berfokus pada kemajuan, daya saing, dan kemandirian ekonomi. Jihan mengklaim pemerintah telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan memperbaiki berbagai infrastruktur strategis. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam merilis kebijakan yang meringankan beban masyarakat, salah satunya program penghapusan uang komite sekolah.
Hal menarik lain dalam paripurna kali ini adalah penyerahan secara resmi HKI desain Menara Siger, karya ciptaan Anshori Djausal, kepada Pemprov Lampung. Langkah hukum ini memastikan ikon kebanggaan masyarakat Lampung tersebut kini memiliki perlindungan hukum yang kuat.
“Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini. Warisan budaya kita kini memiliki perlindungan hukum yang jelas dan ini menjadi kado istimewa bagi Provinsi Lampung,” kata Giri bangga.
Selain membahas kebudayaan dan pembangunan, Ketua DPRD Lampung turut memberi apresiasi tinggi kepada jajaran TNI dan Polri. Menurutnya, aparat keamanan telah bekerja keras menjaga kenyamanan warga selama pelaksanaan Operasi Ketupat menjelang Hari Raya Idulfitri. Giri menilai stabilitas keamanan merupakan faktor krusial untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat jelang hari besar keagamaan.
Panitia mengawali rangkaian rapat paripurna ini dengan suguhan Tari Sigeh Pengunten dan petikan Gitar Tunggal Lampung dari Sanggar Seni Keratuan Lampung. Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan membaca doa bersama, pimpinan menutup sidang dengan prosesi potong tumpeng serta foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur. (Rls)












