Target Jalan Mantap 98 Persen, DPRD Lampung Kawal Ketat Proyek Lamteng

Bandar Lampung (Terdidik.id) — Komisi IV DPRD Provinsi Lampung memperketat pengawasan terhadap proyek akselerasi pembangunan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan untuk memastikan realisasi target kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Lampung Tengah mampu melonjak drastis dari 89 persen menjadi 98 persen pada tahun anggaran 2026.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Ni Ketut Dewi Nadi, menegaskan komitmen legislatif untuk mengawal ketat setiap tahapan pengerjaan di lapangan. Menurutnya, sinergi yang kuat antara fungsi pengawasan parlemen dan eksekusi program oleh pemerintah daerah menjadi kunci utama agar anggaran publik menghasilkan infrastruktur yang bermutu tinggi.

“Kami mendukung penuh langkah percepatan ini. Namun, melalui fungsi pengawasan, kami akan memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai dengan perencanaan awal. Kami ingin kualitasnya optimal agar manfaatnya bertahan lama bagi masyarakat,” ujar Ni Ketut Dewi Nadi dalam keterangannya di Bandar Lampung, Selasa (7/4/2026).

Komitmen legislatif tersebut merespons langkah proaktif Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang turun langsung meninjau progres perbaikan di sejumlah titik krusial Lampung Tengah pada Jumat (3/4/2026). Dalam inspeksi tersebut, Gubernur menekankan bahwa pembenahan akses transportasi merupakan investasi jangka panjang untuk mendongkrak kesejahteraan warga.

“Jalan yang mulus otomatis meningkatkan nilai jual hasil pertanian, memperlancar jalur distribusi logistik, serta mempermudah akses anak-anak menuju sekolah dan warga ke tempat ibadah,” jelas Rahmat Mirzani Djausal.

Pada tahun 2026 ini, Pemerintah Provinsi Lampung membidik target perbaikan hampir 200 kilometer jalan yang berstatus milik provinsi. Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqillah, menguraikan bahwa koridor yang menjadi fokus perbaikan di Lampung Tengah merupakan jalur urat nadi perekonomian dengan tingkat mobilitas yang sangat padat.

Kawasan tersebut menjadi pusat perputaran ekonomi karena menampung aktivitas pasar-pasar besar seperti Pasar Kalirejo, Bangunrejo, dan Poncowarno. Selain itu, jalur ini setiap hari menjadi lintasan utama bagi komoditas pertanian, perkebunan, hingga armada berat industri bahan bangunan.

“Mengingat tonase kendaraan yang melintas di kawasan ini sangat tinggi, kami merancang konstruksi jalan dengan spesifikasi yang jauh lebih kuat agar memiliki daya tahan jangka panjang,” kata Taufiqillah.

Dinas BMBK Lampung saat ini sedang menggeber penanganan total sepanjang 17 kilometer yang terbagi ke dalam tiga ruas utama:

  1. Ruas Kalirejo – Bangun Rejo sepanjang kurang lebih 6 kilometer.

  2. Ruas Padang Ratu – Kalirejo sepanjang kurang lebih 7 kilometer.

  3. Ruas Padang Ratu – Pekurun Udik sepanjang kurang lebih 4 kilometer.

Untuk menghadapi beban kendaraan berat dan mengantisipasi karakteristik tanah yang labil, pihak dinas menerapkan kombinasi teknologi beton kaku (rigid pavement) dan lapisan aspal murni. Proyek ini juga mencakup pembangunan sistem drainase modern di sisi jalan guna mencegah genangan air yang sering menjadi pemicu utama kerusakan aspal.

Ni Ketut Dewi Nadi berharap seluruh paket pekerjaan ini selesai tepat waktu tanpa mengurangi spesifikasi teknis. “Semoga program infrastruktur jalan ini berjalan lancar. Struktur jalan yang mantap akan langsung menghidupkan produktivitas ekonomi warga lokal,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan warga mulai merasakan dampak positif dari proyek ini. Jalur yang dulunya penuh lubang kini mulai berubah menjadi jalan mulus, sehingga waktu tempuh kendaraan menjadi lebih efisien dan aktivitas ekonomi warga berangsur normal kembali. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *