Era Baru Pengobatan Kanker di Lampung: RSUDAM Siapkan Fasilitas Radioterapi Berstandar Keselamatan Tinggi Bersama BAPETEN

Humaniora23 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) – Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung untuk menghadirkan layanan kesehatan yang mandiri, modern, dan paripurna terus diwujudkan. Kabar gembira kini hadir bagi masyarakat, khususnya bagi para pejuang kanker. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) kini tengah merampungkan fasilitas pelayanan berteknologi tinggi: Kedokteran Nuklir dan Bunker Radioterapi.

Kehadiran fasilitas ini merupakan sebuah lompatan besar. Selama ini, masyarakat Lampung kerap harus menempuh perjalanan jauh ke luar provinsi untuk mendapatkan penanganan onkologi tingkat lanjut. Dengan rampungnya fasilitas ini kelak, RSUDAM siap menjadi pusat rujukan utama di wilayah Sumatera bagian selatan yang menghadirkan pengobatan canggih tepat di halaman rumah sendiri.

Menyadari bahwa teknologi medis mutakhir seperti Linear Accelerator (Linac) dan SPEC/CT membutuhkan tingkat presisi dan keamanan ekstra, RSUDAM mengambil langkah proaktif. Manajemen rumah sakit secara khusus menggandeng Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai mitra strategis dalam setiap tahapan pembangunan.

Sinergi dengan Regulator: Bukti Komitmen pada Keselamatan Pasien

Bagi RSUDAM, penyediaan alat medis canggih harus selalu beriringan dengan jaminan keselamatan absolut bagi pasien, tenaga kesehatan, dan lingkungan sekitar. Untuk mewujudkan hal tersebut, RSUDAM menggelar Workshop Standarisasi Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir dan Bunker Radioterapi pada 2-3 November 2026.

Direktur RSUDAM, dr. Lukman Pura, Sp.PD., K-GH., MHSM, menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi keselamatan adalah fondasi tak terpisahkan dari pengembangan layanan rumah sakit.

“Pengembangan fasilitas Kedokteran Nuklir dan Radioterapi merupakan langkah krusial dalam memperkuat kapasitas layanan rujukan kami. Namun, orientasi kita bukan sekadar membangun infrastruktur yang megah. Prioritas utama kami adalah jaminan kualitas, keamanan operasional, dan keberlanjutan layanan yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional,” ungkap dr. Lukman Pura.

Melalui workshop bersama BAPETEN ini, seluruh elemen yang terlibat—mulai dari manajemen rumah sakit, tim teknis pembangunan, hingga tenaga profesional—menyamakan visi. Pembahasan difokuskan pada standarisasi struktur penahan radiasi (shielding), kelayakan tata ruang, serta sistem proteksi radiasi yang ketat.

Peninjauan Lapangan yang Sistematis dan Terukur

Sebagai bentuk transparansi dan tata kelola pembangunan yang profesional, rangkaian kegiatan evaluasi ini tidak hanya berhenti di atas meja. Pada 3 November 2026, tim ahli dari BAPETEN bersama jajaran RSUDAM turun langsung meninjau progres pembangunan fisik Bunker Radioterapi dan Gedung Kedokteran Nuklir.

Tinjauan lapangan ini merupakan instrumen strategis untuk:

  • Memastikan Kesesuaian Desain: Mencocokkan perencanaan cetak biru (blueprint) dengan implementasi ketebalan dan densitas material di lapangan.

  • Mitigasi Dini: Mengidentifikasi setiap komponen detail sejak fase konstruksi untuk memastikan tidak ada celah sekecil apa pun terkait proteksi radiasi.

  • Penyempurnaan Fasilitas: Menerima masukan dari otoritas tertinggi pengawas nuklir agar gedung yang dihasilkan benar-benar memberikan rasa aman yang maksimal bagi pekerja radiasi dan pasien.

Melalui exit meeting yang digelar di Aula Lantai 1 RSUDAM, masukan dan rekomendasi dari BAPETEN langsung diserap oleh pihak manajemen sebagai panduan utama dalam penyempurnaan tahap akhir (finishing) pembangunan fasilitas kebanggaan warga Lampung ini.

Membangun Kepercayaan Melalui Layanan Kompetitif

Langkah RSUDAM melibatkan BAPETEN secara intensif merupakan cerminan dari budaya kerja institusi yang kolaboratif, transparan, dan sangat berhati-hati. Ini mengirimkan pesan yang sangat jelas kepada masyarakat: Fasilitas radioterapi RSUDAM dibangun dengan standar keamanan yang tidak bisa ditawar.

Ke depannya, transformasi infrastruktur ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan onkologi yang terintegrasi.

Dengan kombinasi antara peralatan medis generasi terbaru, tenaga medis spesialis yang mumpuni, serta bangunan pelindung berstandar tinggi, RSUDAM semakin mengukuhkan posisinya sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan rujukan yang kompetitif, andal, dan selalu menempatkan keselamatan pasien di tempat tertinggi.

Masyarakat Provinsi Lampung kini bisa menyambut era baru kemandirian medis dengan penuh harapan dan ketenangan hati. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *