Lawan Korupsi Lewat Layar Perak: ACFFest Movie Day 2026 Gugah Kesadaran Publik Lampung

Humaniora21 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) – Korupsi seringkali dianggap sebagai isu berat yang hanya terjadi di gedung-gedung pemerintahan. Namun, melalui rangkaian acara ACFFest Movie Day 2026, komunitas Klub Nonton bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membuktikan bahwa edukasi integritas bisa dikemas secara jenaka, menyentuh, dan sangat dekat dengan keseharian masyarakat Lampung.

Selama tiga hari, tepatnya pada 22, 25, dan 26 April 2026, tiga lokasi berbeda di Lampung disulap menjadi ruang refleksi kolektif. Mulai dari ranah akademisi di FISIP Universitas Lampung, kehangatan inklusif di Alun-Alun Desa Jatibaru, hingga pusat kesenian di Gedung Dewan Kesenian Lampung, pesan antikorupsi digaungkan melalui media film pendek.

Diskusi film anti korupsi di Universitas Lampung. / Dok. Klub Nonton
Sinema sebagai Cermin Integritas

Sebanyak 11 film pendek terbaik dari katalog ACFFest diputar untuk memantik diskusi. Judul-judul seperti Revisi Final “Banget”, Unbaedah, hingga Sandal Bupati menyuguhkan potret perilaku koruptif skala kecil yang sering luput dari kesadaran.

Koordinator Klub Nonton, Nada Bonang, mengungkapkan bahwa pemilihan film sebagai medium bertujuan untuk menghadirkan isu kompleks menjadi pengalaman personal yang jujur.

“Kami percaya bahwa film adalah medium yang paling jujur untuk mengajak orang bercermin. ACFFest Movie Day ini bukan hanya tentang menonton, tapi tentang membuka ruang-ruang untuk bertanya dan berdiskusi,” tegas Nada.

Dialog Lintas Sektor: Dari Kampus hingga Desa

Kegiatan ini tidak hanya menyasar satu kalangan. Di Universitas Lampung, diskusi melibatkan Aditya Budiman, Koordinator Program ACFFest KPK RI dan akademisi Vito Frasetya.

Sementara itu, di Dewan Kesenian Lampung, fokus beralih pada peran sineas sebagai penggerak perubahan, menghadirkan produser film lokal Revisi Final “Banget”, Anggi Bastiansyah.

Suasana nonton bareng film bertema anti korupsi di Desa Jatibaru, Tanjung Bintang, Lampung Selatan / dok. Klub Nonton

Menariknya, acara ini juga merambah ke Alun-Alun Desa Jatibaru, Tanjung Bintang. Di sini, film menjangkau aparatur desa dan tenaga pendidik dalam suasana yang lebih cair dan partisipatif, membuktikan bahwa pendidikan moral tidak harus selalu bersifat formal.

Membangun Gerakan Sosial dari Daerah

Program ACFFest Movie Day 2026 di Lampung merupakan bagian dari gerakan nasional yang mencakup 12 provinsi di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, diharapkan sineas muda Lampung terpacu untuk terus menyuarakan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab melalui karya-karya kreatif di masa depan.

Kegiatan ini menegaskan pesan kuat: melawan korupsi bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari sebuah cerita sederhana di layar yang kemudian berubah menjadi sikap nyata di kehidupan sehari-hari. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *