Lampung Tengah (Terdidik.id) — Mengisi masa libur sekolah dengan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan, Karang Taruna Brajamusti Kecamatan Kalirejo bersama Sanggar Tari Nuwo Budayo, Relawan Literasi Lampung Tengah, Kalirejo Book Party, Forum TBM Kabupaten Lampung Tengah, Sobat Bermain, dan sejumlah komunitas akan menggelar Pekan Budaya dan Literasi 2026 pada Minggu, 5 Juli 2026, di Aula Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.
Mengusung tema “Merayakan Tradisi untuk Generasi Beradab dan Berbudaya”, kegiatan ini menghadirkan berbagai aktivitas yang memadukan pelestarian budaya dengan penguatan literasi, seperti pentas tari tradisional nusantara, lomba mewarnai anak, taman baca masyarakat, permainan tradisional, hingga diskusi literasi.
Ketua Pelaksana Pekan Budaya dan Literasi, Asep Sugiarto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian terhadap pentingnya menanamkan karakter sejak dini melalui budaya dan literasi.
“Budaya dan literasi merupakan pendidikan dasar bagi generasi muda. Budaya memuat nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi, sedangkan literasi mengasah kemampuan berpikir, memahami, dan menghayati nilai-nilai tersebut agar dapat menjadi laku hidup dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Asep.
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, generasi muda membutuhkan ruang-ruang positif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membentuk karakter, memperkuat identitas budaya, serta membangun kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
Melalui kegiatan ini, panitia ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan selama masa libur sekolah. Anak-anak tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengenal keberagaman budaya Indonesia melalui pertunjukan seni, bermain permainan tradisional, serta berinteraksi dengan komunitas literasi dan pegiat budaya.
Asep berharap kegiatan tersebut dapat menjadi titik temu bagi berbagai komunitas yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
“Harapan kami, Pekan Budaya dan Literasi dapat membuka ruang baru bagi komunitas-komunitas untuk bergerak bersama dalam membangun peradaban bangsa yang lebih baik. Ketika komunitas saling berkolaborasi, maka dampak yang dihasilkan akan jauh lebih besar daripada bergerak sendiri-sendiri,” katanya.
Selain menjadi ruang edukasi bagi anak-anak dan keluarga, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Lampung Tengah serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.
Panitia mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tersebut. Seluruh aktivitas dirancang agar ramah anak, edukatif, serta mampu menjadi alternatif positif dalam mengisi waktu libur sekolah.
Pekan Budaya dan Literasi 2026 juga menjadi wujud kolaborasi antara organisasi kepemudaan, komunitas seni, pegiat literasi, relawan, serta berbagai pihak yang memiliki visi bersama dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mencintai budaya bangsa. (**)






