Pemprov Lampung Latih SDM Desa Lewat Vokasi GERCEP 2026

Humaniora21 Dilihat

Pesawaran (Terdidik.id) — Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di perdesaan demi memangkas angka kemiskinan, membuka lapangan kerja baru, dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Pemprov Lampung mewujudkan komitmen tersebut lewat Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif (GERCEP) 2026 di Balai Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, pada Kamis (9/7/2026).

Pemprov Lampung menerjunkan langsung para instruktur andal dan peralatan kerja modern ke desa-desa memanfaatkan skema Mobile Training Unit (MTU). Sistem jemput bola tersebut bertujuan mengatasi kendala jarak serta keterbatasan akses pelatihan teknis yang selama ini menghambat warga perdesaan.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pentingnya Pelatihan Vokasi GERCEP Lampung 2026 sebagai instrumen strategis untuk melahirkan tenaga kerja kompeten sekaligus memicu hadirnya wirausaha baru. Ia mendorong para peserta agar menerapkan pendekatan design thinking yang berpusat pada manusia (human-centered approach) dalam memecahkan berbagai tantangan ekonomi desa.

“Adanya program vokasi melalui semangat design thinking ini, kita harapkan ke depan teman-teman di desa-desa ini bisa melakukan pemecahan masalah by human center atau melalui pendekatan manusia yang mana tentu akan berbeda jika kita melakukan pemecahan-pemecahan masalah itu melalui pendekatan masalah itu sendiri,” ujar Wagub Jihan.

Wagub Jihan menjelaskan bahwa program vokasi ini saling bertaut dengan program prioritas Pemprov Lampung, yaitu Desaku Maju. Program integratif tersebut menggabungkan intervensi di sektor pertanian, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kapasitas SDM agar ekosistem ekonomi desa tumbuh semakin solid.

“Desaku Maju ini sebuah program prioritas Provinsi Lampung yang harapannya bisa sukses mengintegrasikan banyak-banyak program lainnya. Ada program bidang pertanian yang kita di dalam suatu desa akan meletakkan instrumen seperti RMU, dryer dan lain sebagainya, ada POC, kemudian pembangunan jalan lingkungan, dan hari ini kita siapkan juga integrasikan juga dari sisi sektor SDM-nya. Yaitu sumber daya manusianya kita latih agar nanti bisa masuk ke dalam ekosistem dan membangun ekosistem itu lebih sempurna lagi,” tuturnya.

Ia menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Lampung yang masih tergolong besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026 mencatat bahwa dari sekitar 4,9 juta penduduk bekerja di Lampung, hanya 31 persen yang terserap di sektor formal, sedangkan 69 persen sisanya menggantungkan hidup pada sektor informal.

Kondisi tersebut mendorong Pemprov Lampung fokus meningkatkan produktivitas serta daya saing tenaga kerja lokal. Menurut Wagub Jihan, pelatihan vokasi desa Lampung ini tidak sekadar membekali peserta dengan keterampilan teknis semata, melainkan juga menanamkan pola pikir kritis dan kemampuan mitigasi masalah secara mandiri.

“Bapak Ibu sekalian yang belajar di program vokasi ini bukan untuk kita sediakan lapangan pekerjaannya, tetapi kita ciptakan bagaimana mindset kita itu bisa berpikir kritis, bisa brainstorming masalah, bisa melakukan mitigasi dari masalah tersebut, membuat solusi, membuat alternatif-alternatif jalan keluar sehingga Bapak Ibulah yang berperan nanti menciptakan suatu lapangan kerja, membuat solusi-solusi sehingga di desa-desa tersebut terdapat ekosistem yang baik,” tegas Wagub Jihan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu menyampaikan bahwa pelaksanaan Pelatihan Vokasi GERCEP Lampung 2026 memprioritaskan kejuruan pengelasan dasar untuk peralatan pertanian. Pelatihan ini memadukan 30 persen teori dan 70 persen praktik berbasis kompetensi agar melahirkan lulusan yang siap kerja dan siap pakai.

Melalui skema Mobile Training Unit Disnaker Lampung, instruktur mendatangi langsung lokasi tempat tinggal warga. Agus menambahkan bahwa Pemprov Lampung menargetkan 528 peserta dari 33 desa yang tersebar di 13 kabupaten/kota pada tahun 2026. Capaian ini melanjutkan keberhasilan program serupa pada tahun 2025 yang telah menjangkau 928 peserta di berbagai daerah.

Langkah masif tersebut membuahkan hasil positif terhadap tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Lampung. Untuk pertama kalinya pada tahun 2026, angka pengangguran terbuka Lampung berhasil menembus level di bawah 4 persen, yakni berada pada posisi 3,95 persen. Pemprov Lampung optimistis penguatan SDM perdesaan ini mampu mendukung pencapaian visi pembangunan “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *