BRN Siap Kawal Swasembada Pangan di Lampung

Humaniora8 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) — Brigade Rakyat Nusantara (BRN) Provinsi Lampung mengambil sikap konkret untuk mengawal kedaulatan pangan di tanah air. Organisasi kemasyarakatan ini menyatakan dukungan penuh terhadap akselerasi program swasembada pangan yang menjadi prioritas Pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Langkah taktis ini membidik Provinsi Lampung sebagai pilar utama, mengingat statusnya sebagai salah satu lumbung pangan strategis nasional.

Ketua BRN Provinsi Lampung, Sarhani, menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan lagi sekadar opsi kebijakan sektor pertanian. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan domestik merupakan fondasi krusial bagi sistem pertahanan negara sekaligus jaminan kesejahteraan rakyat di akar rumput.

“BRN Lampung berdiri kokoh di barisan terdepan untuk menyukseskan swasembada pangan ini. Menghadapi ancaman krisis iklim ekstrem serta instabilitas geopolitik global saat ini, kita wajib berdikari untuk urusan isi perut rakyat. Ini program strategis yang menuntut pengawalan nyata di lapangan,” ujar Sarhani, Jumat, 29 Mei 2026.

Sarhani menambahkan, keterlambatan dalam membangun ketahanan pangan mandiri akan mendatangkan risiko fatal bagi generasi masa depan. Penyusutan lahan produktif di tingkat global memaksa tiap negara untuk mandiri jika tidak ingin didikte oleh kekuatan asing.

Sinergi Pusat dan Daerah

Keberhasilan target nasional ini dinilai sangat bergantung pada harmonisasi kebijakan antara pusat dan daerah. Oleh sebab itu, BRN Lampung menyatakan kesiapan mereka untuk menjembatani dan mengawal implementasi program swasembada pangan Prabowo-Gibran yang nantinya akan dieksekusi oleh pemerintahan Lampung di bawah kepemimpinan Rahmad Mirzani Djausal.

Sinergitas yang kuat di tingkat daerah menjadi kunci agar seluruh stimulus pertanian tepat sasaran. BRN menyoroti bahwa dampak positif dari keberhasilan swasembada ini harus bermuara pada dua hal: stabilitas dapur rumah tangga masyarakat luas dan penguatan finansial para petani.

Mengentaskan Kemiskinan Struktural di Desa

Dari aspek ekonomi mikro, melimpahnya stok pangan lokal secara otomatis akan menjaga stabilitas harga sembako di pasar. Masyarakat tidak perlu lagi cemas terhadap lonjakan harga yang kerap dipicu oleh gejolak impor. Sementara di sisi hulu, program ini harus menjadi tameng pelindung bagi profesi petani melalui jaminan harga panen serta kelancaran distribusi pupuk.

“Ketika keringat para petani kita mendapat penghargaan yang layak, perputaran uang akan bergerak deras di desa-desa dan kecamatan. Hal ini akan menghidupkan sektor UMKM setempat. Inilah wujud pemerataan ekonomi yang sesungguhnya. Kami di BRN Lampung siap turun ke basis massa untuk memastikan program ini berjalan tanpa sumbatan,” pungkas Sarhani. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *