Sulap Limbah Jadi Berkah, Dosen dan Mahasiswa Itera Latih Siswa SAQ Bintang Madani Olah Jelantah

Humaniora34 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) – Tim Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar aksi pengabdian masyarakat di Sekolah Alam Qur’an (SAQ) Bintang Madani, Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (11/8/2026). Melalui kolaborasi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan KKN Rekognisi, tim akademisi ini mengedukasi para siswa sekolah dasar untuk mengolah limbah minyak goreng bekas atau jelantah menjadi produk bermanfaat seperti sabun dan lilin aromaterapi.

Ketua Tim PkM Itera, Dr. Dyah Ayu Larasati, S.T.P., M.Si., memimpin langsung kegiatan edukasi lingkungan ini bersama jajaran dosen prodi TIP, yakni Nurbaiti, S.T.P., M.T.P., Endo Pebri Dani Putra, S.TP., M.P., Dr. Okta Amelia, S.TP., M.Si., dan Dyah Putri Larassati, S.T.P., M.T.P. Puluhan siswa kelas 4 hingga kelas 6 SD beserta jajaran guru pendamping mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan penuh antusias.

Dosen Itera memebrikan pengarahan kepada peserta pelatihan pengolahan limbah jelantah. Dok. Istimewa

Dr. Dyah Ayu Larasati menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak sekolah yang konsisten membuka ruang kerja sama untuk program pemanfaatan limbah. Pihaknya menegaskan bahwa penanganan limbah minyak jelantah membutuhkan perhatian khusus karena buangan limbah minyak goreng yang tak terkendali berpotensi merusak ekosistem tanah dan saluran air warga.

“Kami ingin menanamkan kesadaran menjaga lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan para siswa sejak dini. Melalui sentuhan teknologi industri pertanian yang sederhana, limbah rumah tangga yang semula mencemari lingkungan dapat bertransformasi menjadi produk bernilai guna,” ujar Dyah Ayu di sela-sela kegiatan.

Sebagai simbol mempererat silaturahmi dan kemitraan strategis, perwakilan tim PkM Itera, Endo Pebri Dani Putra, menyerahkan plakat penghargaan secara simbolis kepada Ketua Yayasan SAQ Bintang Madani, Mahmud, S.E.

Siswa SAQ Bintang Madani saat praktik langsung mengolah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aroma terapi. / Dok. Istimewa

Kepala Sekolah SAQ Bintang Madani, Mardhiah Budi Susanty, S.Pd., menyambut hangat kehadiran para akademisi Itera. Ia mengapresiasi kontribusi para dosen dan mahasiswa yang bersedia membagikan ilmu praktis serta bertindak sebagai guru tamu bagi anak-anak didiknya.

“Program ini memberikan warna baru dalam proses pembelajaran siswa. Anak-anak tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung mempraktikkan cara menjaga lingkungan hidup,” ungkap Mardhiah.

Dalam sesi praktik, tim mahasiswa bersama Ketua KKN Rekognisi, Muliansyah, membimbing para siswa mempraktikkan tahapan penyucian serta penjernihan minyak jelantah menggunakan bahan penyerap alami. Setelah minyak bekas bersih, para peserta mencampurkan bahan pendukung hingga berhasil mencetak sabun cuci dan lilin aromaterapi. Anak-anak tampak gembira saat melihat minyak bekas yang keruh berubah bentuk menjadi lilin dan sabun yang harum serta siap pakai. Melalui pelatihan terpadu ini, Itera berharap SAQ Bintang Madani dapat mengaplikasikan ilmu olah limbah secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun rumah tangga warga. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *