Sulap Tanaman Hias Jadi Masker Alami, Tim Dosen Unila Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Pringsewu

Humaniora54 Dilihat

Pringsewu — Tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) yang selama ini hanya menghiasi pekarangan rumah kini bertransformasi menjadi produk perawatan kulit bernilai ekonomis tinggi melalui tangan para akademisi Universitas Lampung (Unila). Tim dosen lintas disiplin ilmu Unila melatih puluhan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Pekon Pardasuka Timur, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu, menyulap daun pucuk merah menjadi masker wajah peel-off ramah lingkungan, Sabtu (8/8/2026).

Langkah pemberdayaan masyarakat ini berlangsung melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Unggulan (PkM-U) yang memadukan riset farmasi dengan konsep sustainable cosmetics. Tim pengabdi memanfaatkan kekayaan senyawa bioaktif yang terkandung di dalam daun pucuk merah sebagai bahan dasar kosmetik alami.

Ketua Tim Pengabdi Unila, apt. Zulpakor Oktoba, S.Si., M.Farm., dari Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran Unila, menjelaskan bahwa potensi antioksidan pucuk merah membuka peluang besar bagi diversifikasi produk kosmetik herbal di tingkat pedesaan.

“Pengembangan masker peel-off berbasis pucuk merah ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan kulit, tetapi juga menjadi peluang usaha berbasis bahan alam yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Zulpakor di hadapan para peserta pelatihan.

Baca juga : Farmasi Unila Racik Obat Herbal Tradisional Bersama Warga Desa Hurun

Sebanyak 30 orang yang terdiri atas jajaran pengurus PKK beserta anggotanya menghadiri kegiatan ini secara langsung. Turut hadir pula Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan jajaran aparatur Pekon Pardasuka Timur guna mengawal implementasi program tersebut.

Zulpakor menambahkan, pelibatan perangkat desa dan masyarakat lokal menjadi kunci keberhasilan program hilirisasi riset di lapangan.

“Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, kami berharap dapat menciptakan dampak yang signifikan dan berkelanjutan,” lanjut Zulpakor saat memaparkan arah keberlanjutan program tersebut.

Sepanjang sesi lokakarya, para dosen dan mahasiswa melatih kader PKK secara bertahap, mulai dari teknik penyiapan dan pemilihan bahan baku daun segar, proses ekstraksi senyawa aktif, peracikan formula masker peel-off, hingga prosedur pengemasan produk yang higienis. Peserta juga menyerap wawasan seputar konsep green cosmetics, manajemen pembukuan sederhana, serta strategi pemasaran digital agar produk buatan warga dapat menembus pasar yang lebih luas.

Baca juga : Unila dan Living Landscapes Indonesia Siapkan Konservasi Karbon Way Kambas

Pemerintah pekon menyambut antusias program ini dan menargetkan masker pucuk merah sebagai komoditas unggulan desa yang mampu menambah penghasilan keluarga secara berkesinambungan.

Kolaborasi pengabdian ini menyinergikan kepakaran Afriyani, M.Farm. (Farmasi), Amanda Putra Seta, S.SP., M.P. (Agribisnis FP), Syaharani Noer Fathia, S.E., M.Ak. (Akuntansi FEB), dan Ridho Sholehurrohman, M.Mat., M.Kom. (Ilmu Komputer FMIPA). Tujuh mahasiswa Sarjana Farmasi FK Unila juga turun langsung mendampingi praktik warga. Seluruh rangkaian kegiatan ini terlaksana berkat dukungan Program Hibah DIPA BLU Unila Tahun Anggaran 2026 sebagai perwujudan nyata Tridharma Perguruan Tinggi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *