Gubernur Mirza Bagikan Pupuk Hayati Cair dan Siapkan Mesin Kopi di Lampung Barat

Humaniora34 Dilihat

Lampung Barat (Terdidik.id) — Langkah progresif diambil oleh Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendongkrak kesejahteraan petani kopi dan hortikultura. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung UPTD Balai Benih Kebun Induk (BBKI) Hanakau yang terletak di Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, pada Kamis (9/7/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur Mirza tidak sekadar memantau pusat inovasi komoditas kopi seluas 10 hektare, melainkan juga membuka ruang dialog interaktif bersama kelompok tani setempat guna menyerap berbagai aspirasi krusial.

Kehadiran Gubernur Mirza di kawasan yang memuat kebun entres, koleksi, dan produksi ini membawa angin segar bagi para petani lokal. Berdasarkan hasil serap aspirasi, para petani menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak, mulai dari sarana produksi, dukungan pascapanen, hingga kemudahan akses pemasaran hasil pertanian. Menanggapi keluh kesah tersebut, Gubernur Mirza menegaskan komitmen penuh Pemprov Lampung untuk mengawal kesejahteraan petani secara utuh dari hulu hingga hilir.

“Kami ingin memastikan petani mendapatkan dukungan yang utuh, mulai dari peningkatan produktivitas di lahan hingga penanganan hasil panen. Pemerintah hadir agar nilai tambah yang diterima petani semakin besar dan kesejahteraan terus meningkat,” ujar Mirza di hadapan kelompok tani.

Sebagai wujud nyata dukungan di sektor hulu, Pemprov Lampung menggulirkan program pemberian Pupuk Hayati Cair (PHC) secara gratis kepada para petani. Program ini menyasar berbagai komoditas unggulan, baik tanaman hortikultura seperti sayuran maupun komoditas perkebunan andalan seperti kopi. Penggunaan PHC terbukti mampu mendongkrak hasil produksi secara signifikan dengan potensi peningkatan mencapai 13 hingga 30 persen. Menariknya, UPTD BBKI Hanakau kini telah memanfaatkan PHC dan diproyeksikan bertransformasi menjadi salah satu lokasi pusat produksi pupuk hayati cair guna memperluas jangkauan distribusi ke seluruh wilayah Lampung.

Tidak berhenti pada sektor budidaya, Pemprov Lampung juga merancang intervensi strategis di sektor pascapanen guna mengatasi kerugian petani. Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan mesin pengering (dryer) pada akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027. Sementara itu, usulan bantuan mesin pemecah kulit kopi (pulper) dan mesin penggiling kopi dijadwalkan masuk dalam agenda realisasi tahun depan.

Terobosan gemilang turut dihadirkan di sektor hortikultura melalui pembangunan fasilitas penyortiran hasil panen sayuran yang terintegrasi dengan Koperasi Desa Merah Putih. Fasilitas ini memutus rantai distribusi yang selama ini menyulitkan petani menembus pasar modern. Melalui sinergi ini, produk sayuran lokal kini memiliki jembatan emas menuju jaringan pemasaran yang jauh lebih luas di seluruh provinsi.

“Selama ini masih banyak hasil sayuran petani yang belum bisa menembus pasar modern. Melalui fasilitas penyortiran dan Koperasi Desa Merah Putih, kami ingin hasil panen petani memiliki akses pasar yang lebih luas. Ke depan, produk sayuran dari petani Lampung dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi di seluruh provinsi,” ujar beliau menambahkan.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *