Sumur Mengering, 761 Warga Bandar Lampung Krisis Air

Humaniora, Laporan25 Dilihat

Bandar Lampung (Terdidik.id) — Ancaman kekeringan akibat musim kemarau kini mulai memukul pemukiman warga di Kota Bandar Lampung. Mengeringnya sumur-sumur galian milik penduduk memaksa sedikitnya 761 jiwa mengandalkan pasokan bantuan air bersih dari pemerintah daerah untuk mencukupi kebutuhan pokok harian mereka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung merespons cepat kondisi krisis ini. Petugas mengerahkan armada tangki air untuk mendistribusikan air bersih ke tiga lokasi terdampak parah pada Senin (10/8/2026). Langkah darurat tersebut menyasar 183 Kepala Keluarga (KK) yang sudah kesulitan memperoleh air minum dan air bersih sejak beberapa hari terakhir.

Kepala BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, menegaskan bahwa jajarannya langsung bergerak mendatangi pemukiman warga begitu menerima laporan krisis air di lapangan.

“Kondisi sumur warga yang mengering membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Karena itu, kami menyiagakan personel dan armada untuk langsung mendistribusikan air ke titik-titik krisis,” kata Idham, Senin (10/8/2026).

Petugas BPBD memulai penyaluran air tahap pertama sekitar pukul 10.03 WIB di Jalan Raya Suban, Kampung Batu Suluh, RT 18 LK II, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi. Di lokasi pertama ini, kekeringan melanda 61 KK atau sekitar 201 jiwa. Warga tampak berbondong-bondong membawa ember dan jeriken untuk menampung pasokan air dari mobil tangki BPBD.

Selanjutnya, sekitar pukul 10.16 WIB, tim distribusi bergerak ke lokasi kedua di Jalan Raya Suban, RT 10 LK I, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang. Wilayah ini mencatat dampak kekeringan yang lumayan luas, yakni menimpa 70 KK yang mencakup 300 jiwa. Petugas memprioritaskan pengisian wadah penampungan air milik warga lanjut usia dan keluarga yang memiliki balita.

Tim BPBD kemudian melanjutkan aksi tanggap darurat pada pukul 12.08 WIB di Kampung Batu Suluh, RT 17 LK II, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi. Sebanyak 52 KK atau 260 jiwa menantikan pasokan air bersih di lokasi ketiga tersebut.

“Total bantuan air bersih yang kami salurkan pada tiga titik penanganan ini berhasil menjangkau 183 KK atau setara dengan 761 jiwa,” ujar Idham.

Idham memastikan BPBD Kota Bandar Lampung akan terus membuka saluran komunikasi dan menyiagakan pasokan air bersih bagi wilayah lain yang berpotensi menyusul mengalami kekeringan. Pihaknya mengimbau para ketua RT dan lurah agar aktif mendata serta melaporkan pemukiman yang mulai kehabisan pasokan air.

“Selama warga masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau, kami akan terus mendistribusikan bantuan air. Kami berkomitmen menjaga ketersediaan air bersih bagi seluruh warga Kota Bandar Lampung,” pungkasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *