Dongkrak PAD Lampung, Komisi III DPRD dan Bapenda Bidik Potensi Pajak Raksasa PT GGP

Lampung Tengah (Terdidik.id) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung terus bergerak aktif mencari terobosan baru demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah terbaru, komisi yang membidangi sektor keuangan ini menginisiasi kunjungan kerja lapangan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung ke PT Great Giant Pineapple Company (GGP) di Terbanggi Besar, Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (30/1/2026).

Sinergi strategis ini bertujuan mengoptimalkan sektor perpajakan daerah dari salah satu perusahaan raksasa tersebut tanpa mengganggu iklim investasi yang sehat.

Fokus pada Tiga Potensi Pajak Utama PT GGP

Pemerintah Provinsi Lampung melihat potensi pajak yang sangat besar dari operasional industri berskala internasional seperti PT GGP. Kepala Bapenda Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan klasifikasi terhadap tiga jenis pajak daerah utama yang menjadi kewajiban perusahaan. Ketiga sektor potensial tersebut meliputi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pajak alat berat, serta Pajak Air Permukaan (PAP).

Slamet menegaskan bahwa seluruh proses verifikasi data hingga saat ini berjalan lancar sesuai tahapan regulasi. “Kami sangat mengapresiasi keterbukaan pihak perusahaan. Setelah kami merampungkan proses verifikasi dan konsolidasi data ini, manajemen PT GGP berkomitmen penuh untuk melakukan pembayaran pajak secara transparan dan menaati ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Slamet saat pertemuan di Ruang Tamu Guest House Bougenvile 3 PT GGP.

Pola Komunikasi Terbuka Jadi Contoh Korporasi Lain

Ketua Komisi III DPRD Provinsi Lampung, H. Supriadi Hamzah, S.H., menilai kepatuhan dan kenyamanan komunikasi yang PT GGP tunjukkan layak menjadi contoh bagi korporasi lain di Bumi Ruwa Jurai. Menurut Supriadi, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan dunia usaha merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.

“Kunjungan kerja ini menjadi langkah awal yang sangat strategis. Kita semua ingin memastikan pemenuhan kewajiban perpajakan berjalan seiringan dengan terciptanya iklim investasi yang kondusif. PT GGP memperlihatkan komitmen yang sangat baik melalui komunikasi positif bersama Bapenda Lampung,” ujar Supriadi.

Komitmen Sektor Industri Dukung Pembangunan Daerah

Sikap kooperatif ini mendapat respons langsung dari manajemen perusahaan. Consultant Legal Departemen Corporate Affairs PT Great Giant Pineapple, Soeharto, menyambut hangat kehadiran para wakil rakyat dan jajaran eksekutif Bapenda Lampung. Ia menegaskan bahwa PT GGP memandang kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban hukum belaka, melainkan bentuk kontribusi nyata dunia usaha terhadap kesejahteraan masyarakat Lampung.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah terkait optimalisasi PAD ini. Kepatuhan pajak adalah bentuk sumbangsih nyata kami untuk mendanai pembangunan daerah. Oleh sebab itu, kami selalu mengedepankan prinsip keterbukaan dan transparansi dengan pemerintah,” tegas Soeharto.

Dalam kunjungan lapangan ini, Ketua Komisi III Supriyadi Hamzah, membawa delegasi lengkap demi memastikan fungsi pengawasan berjalan maksimal. Wakil Ketua Komisi III, Yozi Rizal, hadir mendampingi beserta sejumlah anggota komisi, yaitu Diah Dharma Yanti, Yudha Al Hadjid, Andy Robby, Galang, M. Khadafi, dan Adhitia Pratama.

Kehadiran tim sekretariat komisi dan pejabat teknis Bapenda kian memperkuat komitmen penegakan pajak daerah yang akuntabel. Pemprov Lampung berharap optimalnya serapan pajak dari sektor industri mampu melahirkan ruang fiskal yang lebih luas guna membiayai program infrastruktur publik secara berkelanjutan. (Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *